Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkot Malang Resmikan SPAM 2 dan Uji Coba WTP, Wujudkan Kemandirian Air Siap Minum

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Kamis, 21 September 2023 | 18:00 WIB

 

Wali Kota Malang Sutiaji membawa gelas untuk mencoba air minum dari tower SPAM 2 di kantor Perumda Tugu Tirta, kemarin.
Wali Kota Malang Sutiaji membawa gelas untuk mencoba air minum dari tower SPAM 2 di kantor Perumda Tugu Tirta, kemarin.

MALANG KOTA - Pemkot Malang mulai mengikis ketergantungan suplai air minum dari daerah lain.

Itu ditandai dengan peresmian Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) 2 dan uji coba instalasi pengolahan air (IPA) Sungai Bango, kemarin (20/9).

Hingga akhir tahun, Kota Malang diperkirakan memproduksi secara mandiri 240 liter per detik air minum.

Cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 24.000 pelanggan rumah tangga atau pelanggan.

Secara rinci, 200 liter per detik air baku berasal dari IPA Sungai Bango atau bisa disebut Water Treatment Plant (WTP).

Unit pengolahan itu terletak di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing.

Sedangkan, 40 liter per detik air dihasilkan SPAM 2 yang berada di Kantor Perumda Tugu Tirta.

IPA Sungai Bango merupakan proyek kerja sama antara Perumda Tugu Tirta dengan Perum Jasa Tirta (PJT) 1.

Sistemnya menggunakan Build Operator and Transfer (BOT).

Selama 20 tahun, Perumda Tugu Tirta membayar air siap minum ke PJT.

Kemudian setelah 20 tahun, aset itu menjadi milik Pemkot Malang.

Secara teknis, pengolahan IPA Sungai Bango dengan SPAM 2 hampir sama.

Yang membedakan hanya sumber air yang diolah.

IPA mengambil air dari sungai, sementara SPAM dari sumur bawah tanah.

Air yang dikumpulkan dari sumber masing-masing itu kemudian melalui tahap penyaringan.

Baru kemudian dikirim ke pelanggan Perumda Tugu Tirta.

Penyaringan menjadi tahap krusial dalam produksi air minum dari dua instalasi itu.

Sebab, air yang dihasilkan harus sesuai standar yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.492/MENKES/PER/IV/2010.

Ada beberapa parameter yang harus dipenuhi menurut aturan itu.

Seperti parameter mikrobiologi yang harus steril dari bakteri e-coli dalam air siap minum.

Kemudian parameter fisik seperti tidak boleh berbau dan tidak boleh memiliki rasa.

Pengecekan Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau Water Treatment Plant (WTP) Sungai Bango Kota Malang, kemarin.
Pengecekan Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau Water Treatment Plant (WTP) Sungai Bango Kota Malang, kemarin.

Selain itu, ada beberapa kandungan kimia lainnya yang tidak boleh berada dalam air yang akan disalurkan kepada masyarakat.

Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang M. Nor Muhlas memastikan bahwa air siap minum dari SPAM 2 sudah dinyatakan lolos uji laboratorium.

Pihaknya melakukan uji kualitas di tiga lab berbeda.

Di antaranya lab internal perumda, Lab Kesehatan Daerah (Labkesda), dan lab Perum Jasa Tirta (PJT) 1.

”Ini sesuai dengan permintaan Pak Wali. Jangan sampai hanya diuji internal saja. Agar tepercaya hasilnya,” terangnya.

Dia menambahkan, air dari SPAM 2 akan menjangkau beberapa wilayah di Kecamatan Kedungkandang.

Yaitu di Sawojajar, Madyopuro, Lesanpuro hingga kawasan Buring.

Selama ini, wilayah-wilayah tersebut memang sering dilanda  kekurangan air siap minum.

”Untuk SPAM bisa meng-cover 4.000 pelanggan," tutur Muhlas.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) I Fahmi Hidayat menyampaikan, dari uji coba IPA Sungai Bango, didapati kualitas air layak minum.

Selanjutnya masih ada tahapan uji kualitas hingga akhirnya dinyatakan air tersebut aman diminum.

”Saat ini baru 100 liter per detik. Sesuai perencanaan, Desember mendatang akan menjadi 200 liter per detik dan bisa menyuplai kebutuhan 20.000 pelanggan,” ungkapnya.

Produksi air dari IPA Sungai Bango akan terus ditambah.

Targetnya,  pada 2025 menjadi 400 liter per detik.

Lalu pada  2027 menjadi 500 liter per detik.

Namun Fahmi mengatakan tidak menutup kemungkinan produksi air minum melebihi  500 liter per detik.

”Kalau melihat debit air Sungai Bango, produksinya berpotensi lebih dari angka itu. Kami masih akan pertimbangkan,” beber imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menilai penggunaan air permukaan (sungai) merupakan solusi alternatif yang harus dipikirkan.

Kota Malang yang dialiri lima sungai jelas memiliki potensi besar untuk semakin banyak menggunakan air permukaan.

”Impian ke depan, ketika kebutuhan masyarakat sudah dipenuhi, kami akan beralih ke hotel. Mereka harus bayar air dari perumda, tidak boleh menggunakan air bawah tanah,” terang Sutiaji.

Saat kebijakan itu terlaksana, Sutiaji mengatakan akan ada tarif yang tinggi dibebankan kepada hotel.

Pendapatan yang masuk bisa digunakan untuk subsidi silang.

”Ini bisa membantu masyarakat kurang mampu. Mereka hanya perlu membayar murah karena sudah dibantu hotel,” tandasnya. (adk/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Pemkot Malang #SPAM