Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Minta Fasilitas Publik Ramah bagi Difabel

Aditya Novrian • Selasa, 26 September 2023 | 17:00 WIB

AUDIENSI: Penyandang disabilitas memeluk ibunya setelah menyuarakan aspirasinya terkait fasilitas publik belum ramah bagi difabel di gedung DPRD Kota Malang. (Darmono/Radar Malang)
AUDIENSI: Penyandang disabilitas memeluk ibunya setelah menyuarakan aspirasinya terkait fasilitas publik belum ramah bagi difabel di gedung DPRD Kota Malang. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA - Fasilitas publik di Kota Malang belum ramah terhadap penyandang disabilitas. Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh beberapa komunitas disabilitas di lantai satu gedung DPRD Kota Malang, kemarin pagi.

Salah satu harapan mereka adalah ruang terbuka hijau (RTH) seperti taman belum bisa menunjang mereka. Ketua Difabel Creative Community Sutarno berharap Pemkot Malang bisa memberikan fasilitas ramah difabel.

”Kami mengamati dari beberapa infrastruktur terutama taman kota ada beberapa yang kurang bisa diakses oleh kami," kata dia.

Sutarno memberi contoh, seperti di Taman Trunojoyo yang berdekatan dengan pusat pemerintahan. Sejumlah saran diberikan oleh Sukarto. Antara lain penambahan guiding block untuk membantu penyandang tuna netra hingga akses khusus bagi pengguna kursi roda.

”Kalau sudah ramah dengan disabilitas akan ramah terhadap seluruh masyarakat. Baik lansia, anak-anak, ibu hamil, maupun kelompok rentan lainnya," terang dia.

Di tempat lain, Kepala Bidang (Kabid) RTH DLH Kota Malang Laode KB Al Fitra sudah melakukan penambahan akses bagi disabilitas di sejumlah taman. Antara lain Taman Merdeka, Taman Trunojoyo, Taman Bunga Merjosari, Hutan Kota Indragiri, dan Taman Slamet.

”Di sana ada jalur khusus hingga toilet untuk difabel. Ke depan, rencananya kami akan menyediakan jalur difabel di Alun-Alun Tugu Kota Malang. Sekarang masih menunggu masa kontrak," ungkapnya.

Pejabat eselon III B Pemkot Malang itu juga menerima masukan yang diberikan komunitas difabel. Dengan begitu, fasilitas publik bisa ramah untuk semuanya. (mel/adn)

Editor : Aditya Novrian
#difabel #Kota Malang #Fasilitas Publik