Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Suara Berkokok Menyerupai Irama Dangdut, Slow, dan Disco

Mahmudan • Minggu, 8 Oktober 2023 | 22:55 WIB

 

SERING IKUT KONTES: Ayam ekor panjang melintas di antara kerumunan pengunjung.
SERING IKUT KONTES: Ayam ekor panjang melintas di antara kerumunan pengunjung.
 

 

MALANG KOTA - Mayoritas anggota komunitas Malang Fighter memelihara ayam hias sebagai hobi atau kegiatan sampingan saja. Karena itu, rata-rata mereka memiliki banyak jenis dan kerap mengikutkan saat ada kontes. Muhammad Kholik misalnya, dia memiliki berbagai tipe ayam ketawa dan sering ikut kontes di Blitar hingga Jakarta. ”Ada tipe slow, ada juga dangdut, durasi, dan kerajinan," katanya.

Dia mengatakan, setiap tipe memiliki irama berkokok yang berbeda-beda.  Ayam jenis ketawa asal Sidrap Sulawesi Selatan itu memiliki kekhasan pada suara berkokok-nya yang menyerupai bunyi tertawa manusia. 

Dalam setiap kontes, dia melanjutkan, ayam ketawa memiliki berbagai tipe, yakni slow, yang suara berkokok terputus-putus. Dengan jeda suara tersebut, panitia sangat mudah menghitung jumlah ketukannya. "Paling sedikit empat ketukan," kata dia. 

Sementara untuk tipe dangdut, suara saat berkokok juga terputus-putus, namun ketukan yang dikeluarkan terdengar indah seperti irama musik dangdut. Tipe tersebut memiliki delapan ketukan.

Sementara ayam ketawa yang tidak masuk dalam dua tipe tersebut dapat diarahkan suaranya menjadi tipe disco. Yakni memiliki spasi ketukan yang cepat dan sulit dihitung. Begitu juga dengan ayam ketawa tipe durasi, dia akan berkokok sangat lama. Kurang lebih selama 15 detik hingga 2 menit. 

Kholik memiliki ke empat tipe tersebut. Semuanya sudah diikutkan kontes. "Untuk disco pernah menang juara satu dan dua," kata dia. Sementara tiga tipe lainnya pernah meraih juara 4 dalam kontes nasional di Jakarta. 

Karena suara mereka sudah menjadi kekhasan sejak menetas, sehingga Kholik hanya menjaga kualitas suaranya saja. Caranya dengan memberi makanan pendukung seperti jangkrik, tomat, dan pisang  "Agar performanya lebih bagus," tuturnya.

Setelah memenangkan kontes, harga ayam tersebut juga menjadi lebih tinggi. Satu ekornya bisa terjual mulai Rp 1 juta hingga Rp 6 jutaan. 

Selain ayam ketawa milik Kholik, ayam jenis ekor panjang milik Yepri juga pernah memenangkan dua kontes nasional. Ayam hasil ternak dia sendiri pernah ditawar Rp 7 juta, namun tidak dia berikan. "Karena masih ingin merawat lagi, dan masih ada harapan ekornya akan lebih panjang," imbuhnya. (dur/dan)

Editor : Mahmudan
#ayam hias #Kota Malang #komunitas