MALANG KOTA – Setelah proyek pelebaran jalan rampung, Perusahaan Listrik Negara (PLN) mulai membongkar tiang listrik. Pembongkaran dilakukan agar keberadaan tiang itu tidak mengganggu arus lalu lintas (lalin) dan membahayakan pengendara.
Seperti diberitakan, dinas pekerjaan umum, penataan ruang perumahan dan kawasan perumahan (DPUPRPKP) Kota Malang melakukan pelebaran ruas jalan di beberapa titik. Namun ada dua lokasi yang terdapat tiang listrik, sehingga harus dipindahkan. Yakni Jalan Ikan Tombro dan Jalan Ki Ageng Gribik.
Sebelum ada pelebaran, tiang listrik milik PLN tersebut berada di tepi. Tapi karena ruas jalan dilebarkan, maka tiang listrik yang sebelumnya berada di tepi itu berada di tengah, sehingga menghalangi kendaraan yang melintas. Karena itu harus dipindahkan.
Juru Bicara PLN UP3 Malang Bintara Situmorang menjelaskan, kemarin, pihaknya sudah mulai melakukan pembongkaran tiang listrik di Jalan Ikan Tombro. Di sana ada empat titik yang dibongkar, kemudian dipindahkan ke tepi jalan.
”Karena tiangnya ada empat unit, rencananya pengerjaan pemindahan dilakukan sampai besok (hari ini, 20/12),” jelas pria yang juga Asisten Manajer Keuangan dan Umum PLN UP3 Malang itu
Dia memperkirakan, pengerjaan tidak sampai malam. Pengerjaan sengaja dikebut agar kawasan tersebut tidak mengalami pemadaman yang terlalu lama.
Sementara untuk tiang listrik di Jalan Ki Ageng Gribig, pembongkaran akan diagendakan di selanjutnya. Di sana terdapat delapan tiang listrik yang rencananya digeser. ”Sementara di Jalan Ki Ageng Gribig kami pasang skotch light,” terang dia.
Terkait pembiayaan dalam penggeseran tiang listrik, Bintara mengatakan beragam. Itu karena ada beberapa kondisi material yang memengaruhi. Jika kondisi masih baik, maka aksesori, kabel, dan material lainnya bisa dipasang kembali. ”Cuma ada yang saat dibongkar materialnya aus dan berbahaya jika dipasang lagi, sehingga harus dicari penggantinya,” jelas dia.(mel/dan)
Editor : Mahmudan