Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perumda Tunas Malang Ditarget Setor Rp 72 Miliar

Mahmudan • Jumat, 5 Januari 2024 | 19:35 WIB

UNIT USAHA: Beberapa sapi disiapkan untuk dipotong di RPH kemarin (4/1). Pemotongan hewan merupakan salah satu unit bisnis Perumda Tunas.
UNIT USAHA: Beberapa sapi disiapkan untuk dipotong di RPH kemarin (4/1). Pemotongan hewan merupakan salah satu unit bisnis Perumda Tunas.
 

 

 

MALANG KOTA – Setelah unit bisnis bertambah, target pendapatan Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas) juga ditambah. Tahun ini ditarget bisa mengais Rp 72 miliar. Meningkat dibanding tahun lalu yang berkisar Rp 34 miliar

Direktur Utama Perumda Tunas Dodot Tri Widodo mengatakan, target pendapatan Rp 72 miliar tersebut dari seluruh fokus bisnis. Jika nanti terealisasi, dia belum tahu apakah semuanya disetorkan ke pendapatan asli daerah (PAD) atau dikembalikan untuk pengembangan usaha di bawah naungan Perumda Tunas.

“Harus melalui prosedur audit KAP (Kantor Akuntan Publik), apakah nanti disetor ke PAD atau untuk pengembangan usaha,” tuturnya.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya masih dalam pemulihan akibat kerugian pada 2022 lalu. Dia mengungkap, lima bisnis yang sebelumnya dijalankan tidak menghasilkan. Di antaranya Rumah Pemotongan Hewan (RPH), Rumah Pemotongan Ayam (RPA), pakan lele, dan pupuk organik.

Kerugian tersebut, Dodot mengatakan, akibat penyusutan nilai aset dan risiko bisnis. Misalnya tarif potong hewan masih di bawah harga pasaran, sehingga perusahaan memberikan subsidi.

Di sisi lain, dia optimistis bisa mencapai target karena ada tambahan bisnis baru yang potensial. Tahun lalu, realisasinya mencapai Rp 39 miliar, padahal targetnya hanya Rp 34 miliar.

”(pendapatan) paling besar dari program Bapanas (Badan Pangan Nasional) yang menyumbang Rp 20 miliar lebih, padahal mulainya baru bulan Agustus lalu,” imbuhnya.

Unit bisnis lain yang potensial adalah sektor retail. Yakni menjadi grosir sembako seperti beras, gula, cabai, hingga bawang. “Bisnis tersebut cukup bagus karena melayani kebutuhan pokok masyarakat,” imbuhnya. Sembako tersebut dijual dengan harga relatif murah namun volumenya besar.(dur/dan)

Editor : Mahmudan
#PAD #Kota Malang #Perumda Tunas Malang