Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tren Warna Fashion Dipengaruhi Serangan Israel terhadap Palestina

Mahmudan • Minggu, 7 Januari 2024 | 18:35 WIB
ANGGUN: Seorang model memperagakan busana muslim karya desainer Trya Febianie.
ANGGUN: Seorang model memperagakan busana muslim karya desainer Trya Febianie.

 

MALANG KOTA - Warna menjadi salah satu simbol komunikasi yang cukup kuat. Sebab, setiap warna mempunyai warna tersendiri. Misalnya merah identik dengan berani, kuning melambangkan kebahagiaan, dan oranye menjadi simbol optimisme atau kepercayaan diri.

Melalui makna-makna tersebut, warna memberikan dampak psikologis yang mendalam terhadap perilaku, emosi, dan persepsi seseorang. Dengan demikian, warna fashion juga kerap menjadi alat untuk mengomunikasikan keadaan tertentu. Seperti kostum berwarna hitam menandakan suasana duka. Untuk itu, tren warna setiap tahunnya muncul sesuai dengan kondisi dan pesan-pesan apa yang akan disampaikan pada tahun tersebut.

Sam Suga mengatakan, berbagai faktor yang memengaruhi tren warna adalah kondisi sosial budaya, bahkan lingkungan. “Tren warna fashion tiga tahun terakhir banyak dipengaruhi oleh pandemi Covid-19. Juga oleh perubahan Iklim dan kondisi global seperti perang Rusia versus Ukraina dan Israel versus Hamas,” terangnya.

Selama dua tahun dilanda pandemi Covid-19 misalnya (2020-2022), warna-warna bold yang kuat menjadi tren warna fashion. Warna tersebut mencerminkan spirit dunia yang ingin bangkit. ”Sebagai manifestasi bahwa kita mampu, kita kuat, dan kita bisa melewati semua masalah besar ini,” imbuh dosen Universitas Negeri Malang (UM) itu.

Pada awal 2024, dia mengatakan, secara psikologis masyarakat membutuhkan nuansa yang mendinginkan suasana. Dari yang sebelumnya tegang menjadi lebih tenang dan damai, namun tetap dimunculkan semangat untuk bangkit dan tumbuh.

Atas kondisi tersebut, Sam Suga mengatakan, muncul warna-warna kalem yakni warna-warna pastel. “Kalau yang sekarang dipilih peach fuzz untuk mewakili semua kondisi. Perang tetap ada, tapi diharapkan semua pihak lebih tenang dan menahan diri,” ungkapnya. Oleh karena itu, dia melanjutkan, warna-warna tahun depan sangat bertolak belakang dengan tahun sebelumnya.(dur/dan)

 

Editor : Mahmudan
#Fashion #Kota Malang #Tren 2024