Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Waspada Bencana hingga Bulan April, Berikut Ini Daftar Musibah Alam yang Terbanyak di Kota Malang

Bayu Mulya Putra • Rabu, 28 Februari 2024 | 17:30 WIB
Rumah warga di Jalan Muharto Gang 3, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang masuk area rawan terdampak bencana. Sewaktu-waktu bisa ambrol karena dibangun di sempadan sungai yang berb
Rumah warga di Jalan Muharto Gang 3, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang masuk area rawan terdampak bencana. Sewaktu-waktu bisa ambrol karena dibangun di sempadan sungai yang berb

MALANG KOTA - Ancaman bencana hidrometeorologi masih mengintai hingga bulan April.

Di antaranya banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan angin kencang.

Untuk meminimalisir kerugian dan korban jiwa, Pemkot Malang telah menggelar sosialisasi dan edukasi rawan bencana Senin lalu (26/2).

Dari catatan BPBD Kota Malang, sepanjang bulan Januari lalu ada 29 bencana.

Terdiri dari banjir empat kali, tanah longsor 10 kali, cuaca ekstrem seperti pohon tumbang atau angin kencang 11 kali.

Sedangkan, bencana non alam ada empat kejadian. Sebagai perbandingan, pada Desember 2023 ada 20 bencana.

Terdiri dari empat bencana banjir, tiga merupakan cuaca ekstrem dan lima tanah longsor.

Kemudian kebakaran lahan dua kali dan bencana non alam enam kejadian. Kepala BPBD Kota Malang Prayitno mengatakan, untuk kawasan rawan banjir, utamanya berada di cekungan.

Seperti Jalan Galunggung, Kecamatan Klojen. Kemudian untuk wilayah rawan tanah longsor berada di sepanjang aliran Sungai Brantas.

”Dalam sosialisasi kami berikan pemahaman tanda-tanda seperti akan terjadinya tanah longsor. Kemudian tanda air sungai meluap, seperti yang paling parah banjir bandang pada 2021 lalu,” jelas Prayitno.

Dia menambahkan, sosialisasi itu dihadiri 180 peserta.

Mayoritas merupakan relawan tangguh dari lima kecamatan.

Serta, relawan tangguh bencana yang berasal dari 52 kelurahan.

”Setelah mendapat edukasi, mereka akan memberikan laporan dua menit sekali. Misalnya terkait kondisi debit air di suatu kelurahan,” tuturnya.

Lebih lanjut, BPBD masih memiliki pekerjaan rumah. Sebab, belum seluruh kelurahan di Kota Malang memiliki relawan tangguh bencana.

Ada lima kelurahan yang belum memilikinya.

”Relawan tangguh bencana tentu membantu untuk berbagi informasi, di tengah keterbatasan personel BPBD. Kami harapkan partisipasi masyarakat untuk kegiatan tersebut,” imbuh Prayitno.

Sementara itu, Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menerangkan, pihaknya tak hanya berfokus pada penanggulangan bencana saja.

Pemkot Malang juga melakukan tindakan preventif. Seperti pengurangan potensi banjir.

Tahun ini, Wahyu menyebut bila pemkot telah menyiapkan anggaran Rp 64 miliar.

Fokus alokasinya untuk Kecamatan Lowokwaru.

Selain drainase, Wahyu juga menginstruksikan pengamatan rutin untuk pohon rawan tumbang.

”Penanggulangan bencana juga tidak hanya tanggung jawab pemerintah. Maka perlu ada kolaborasi dengan masyarakat,” tutur Wahyu. (adk/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#waspada bencana #Banjir #tanah longsor #Kota Malang #pohon tumbang