MALANG KOTA – Maraknya pasar takjil menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Kemarin (20/3), beberapa personel dinkes melakukan pengecekan terhadap beberapa makanan dan minuman (mamin) di pasar takjil.
Di pasar takjil Jalan Surabaya misalnya, tim mengambil beberapa mamin untuk sampel pengecekan. Di antaranya salad, es buah, oseng-oseng daun pepaya, tahu tuna, alpukat, hingga pepes tongkol.
Pengecekan takjil merupakan tindak lanjut dari Surat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Yakni surat Nomor KL.02/C.VI/407/2024 tentang Pembinaan dan Pengawasan Keamanan Pangan Takjil Pada Bulan Ramadan 1145 H/2024 M.
Tenaga Sanitasi Lingkungan Ahli Muda Dinkes Kota Malang Kustiningtyas memaparkan, beberapa takjil perlu dihindari masyarakat. ”Misalnya makanan yang penyajiannya lebih dari empat jam, salad dari buah mentah yang langsung dicampur, hingga makanan yang disajikan terbuka,” terang Tyas.
Dia mengungkap risiko makanan yang disajikan tanpa penutup. Risikonya terpapar bakteri, sehingga membahayakan jika dikonsumsi.
Dalam sidak tersebut, pihaknya sudah mengambil beberapa makanan untuk sampel. Rencananya akan ditempatkan di lemari pendingin. Hari ini dijadwalkan melakukan pemeriksaan berupa tes mikrobiologi dan bahan tambahan pangan ilegal seperti boraks, formalin, hingga pewarna makanan. ”Kalau ada kandungan berbahaya akan kami datangi penjualnya dan kami beri edukasi,” imbuhnya.
Sementara salah satu penjual takjil diperiksa adalah Endah. Beberapa makanan miliknya yang diambil sampelnya adalah oseng-oseng daun pepaya dan pepes tongkol. ”Kalau gorengan biasanya saya beri plastik, tapi tadi (kemarin, 20/3) terburu-buru. Jadi tidak diberi plastik,” kata dia.(mel/dan)
Editor : Mahmudan