Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Harga Telur dan Beras Masih Melambung di Kota Malang

Bayu Mulya Putra • Kamis, 11 Juli 2024 | 00:15 WIB
PAKAN AYAM MAHAL: Peternak ayam petelur di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang tengah melakukan proses sortir. Harga telur di tingkat sudah naik sejak beberapa hari terakhir.
PAKAN AYAM MAHAL: Peternak ayam petelur di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang tengah melakukan proses sortir. Harga telur di tingkat sudah naik sejak beberapa hari terakhir.

MALANG KOTA - Harga sejumlah bahan pokok terpantau mengalami kenaikan. Seperti telur dan beras. 

Berdasar informasi yang didapat koran ini, kenaikan itu tak hanya terjadi di pasar. 

Seperti disampaikan Matsari, salah seorang yang membantu peternakan telur di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang. 

Di sana, harga jual telur berkisar Rp 24 ribu per kilogram. 

”Kalau di pasar tentu lebih naik lagi,” kata dia, kemarin (9/7).

Padahal, biasanya harga jual telur di pasar sekitar Rp 22 ribu per kilogram. 

Baca Juga: Harga Telur Ayam Jadi Biang Inflasi di Kota Malang

Dari pengamatan Matsari, kenaikan itu terjadi karena banderol konsentrat 

atau pakan ayam yang meningkat.

Itu terjadi sejak Tahun Baru Satu Muharram.

Mastari menambahkan, dia tidak begitu mengetahui terkait jumlah telur yang terjual sejak kenaikan harga. 

”Tapi biasanya dalam sehari kami bisa menjual antara 20 sampai 50 kotak. Satu kotak berisi 10 kilogram telur,” imbuh dia.

Sementara itu, berdasar harga rata-rata komoditas yang tercantum dalam Sistem Informasi Ketersediaan Harga Pokok Diskopindag Kota Malang, harga telur sekitar Rp 26.208 per kilogram. 

Lalu untuk harga beras medium sampai premium mulai Rp 12.500 per kilogram sampai Rp 14.608 per kilogram. 

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Malang di Pasar Kasin, harga beras merek Mentari dijual dengan harga Rp 74 ribu per kemasan lima kilogram. 

Sebelumnya, harganya masih Rp 70 ribu. 

Sementara beras harga SPHP naik sejak Mei dari Rp 54.500 per lima kilogram menjadi Rp 62.500 per lima kilogram.

Salah satu penjual sembako di Pasar Kasin Rahmawati menyebut, harga beras mulai naik setelah Hari Raya Idul Adha.

”Beras Lahap juga naik Rp 2 ribu menjadi Rp 71 ribu per lima kilogram,” tuturnya. 

Dia menyebut bila kenaikan harga tersebut membuat beras di tokonya menumpuk. 

Seperti beras SPHP yang masih ada 10 kemasan. 

Itu baru berkurang setengah selama satu minggu terakhir. 

Baca Juga: Cegah Harga Beras Naik Jelang Ramadan, Pemda Malang Raya Gelar Operasi Pasar hingga Subsidi Biaya Transportasi

”Padahal biasanya bisa beberapa hari saja sudah habis,” imbuhnya. 

Direktur Perumda Tunas Kota Malang Dodot Tri Widodo menyebut bila beras menjadi komoditas yang paling laris pada Kios Pangan Murah yang bekerja sama dengan pihaknya. 

Selama periode satu bulan setelah dibuka program itu, setidaknya ada 500 kilogram beras yang telah disalurkan oleh pihaknya. 

”Ada beras medium dan beras premium,” ungkapnya. 

Dodot menyebutkan harga yang dijual lebih murah daripada harga pasaran. Seperti beras merek Lahap yang dijual dengan harga Rp 70 ribu per kilogram sedangkan di pasaran Rp 71 ribu. 

”Karena di pasaran lebih mahal, beras jadi yang paling banyak dicari di kios pangan murah,” tuturnya. (mel/dur/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#harga beras #harga telur #masih melambung #Kota Malang