PAK, Dishub Tambah Dana untuk Susun Kajian
MALANG KOTA - Rencana perombakan terminal angkutan (kota) Madyopuro menjadi terminal wisata kembali diseriusi Pemkot Malang.
Pemkot mengupayakan anggaran Detail Engineering Design (DED) disetujui pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2024.
Sehingga, pembangunan bisa dilakukan pada awal 2025.
Baca Juga: Pemkot Malang Siapkan Masterplan Sanitasi
Sebagai informasi, perubahan terminal wisata itu sudah digaungkan Pemkot Malang sejak April lalu.
Itu karena melihat potensi dari Terminal Madyopuro.
Banyak lahan kosong yang masih bisa dikembangkan.
Untuk merealisasikan hal tersebut, Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat telah menginstruksikan dinas perhubungan (dishub) merancang DED.
Pihaknya akan segera melakukan komunikasi dengan DPRD untuk bisa dianggarkan pada PAK.
”Desainnya kami target rampung tahun ini, kami harap bisa digarap tahun 2025,” kata Wahyu.
Dia menjelaskan, fungsi terminal wisata itu sebagai tempat transit bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Bromo.
Nantinya, dari gerbang Tol Madyopuro, bus pariwisata akan diarahkan ke Terminal Madyopuro.
Kemudian, pengunjung akan diantar oleh angkot untuk ke terminal jeep Bromo.
Selain terminal, Wahyu juga berencana menambahkan pasar wisata di lokasi tersebut.
Gambarannya, seperti Pasar Sukawati di Pulau Bali.
”Untuk pasar wisata ini akan kami himpun dari pedagang dan UMKM Pasar Madyopuro,” tutur pria berusia 57 tahun itu.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra menuturkan, DED Terminal Madyopuro sebenarnya sudah dibuat sejak 2019 lalu.
Baca Juga: Pemkot Malang Tambah Kapasitas Instalasi Pengolahan Tinja pada 2026
Sehingga, jika rencana terminal wisata ini dilanjutkan, hanya perlu melakukan revisi.
”Terminal wisata ini rencananya dibangun 2020, karena pandemi (Covid-19) akhirnya tertunda. Jadi tidak perlu buat DED mulai awal, tinggal ada penyesuaian,” bebernya.
Jaya menekankan, penyesuaian DED Terminal Madyopuro tinggal menunggu anggaran.
Perubahan menjadi terminal wisata disambut baik sopir angkot yang bermarkas di Terminal Madyopuro.
Achmad Chotib, sopir angkutan jalur MK mengusulkan, selain menjadi tempat transit.
Agar perjalanan wisata meningkat, dia meminta kepada pemkot, agar tempat wisata di Kecamatan Kedungkandang ditambah. (adk/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana