MALANG KOTA - Penjualan BBM bersubsidi bakal diperketat.
Untuk mempersiapkannya, Pertamina kembali melanjutkan pendataan transaksi pengguna Pertalite berbasis QR (Quick Response).
Di Kota Malang dan sekitarnya, ada 43.183 kendaraan yang terverifikasi Program Subsidi Tepat Pertalite.
Area Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menjelaskan, penerapan transaksi pembelian Pertalite dengan QR Code sudah berjalan sejak bulan Juni.
Kemudian, gelombang kedua dimulai pada bulan Juli.
Selama penerapan transaksi dengan QR Code, sudah ada kendaraan-kendaraan dari berbagai daerah yang terverifikasi.
Antara lain di Kota Malang, Kabupaten Malang, NTT, NTB, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kota Denpasar, dan banyak lainnya.
”Saat ini kami terus melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat pengguna kendaraan roda empat untuk segera mendaftar ke aplikasi My Pertamina,” kata dia.
Setelah mendaftar, masyarakat akan memperoleh QR Code yang bisa digunakan dalam transaksi di setiap pembelian Pertalite di SPBU.
Jika kesulitan mendaftar, pihak SPBU menyediakan booth dengan petugas yang bakal membantu.
Dengan mendaftar, lanjut Ahad, distribusi BBM bisa lebih diawasi.
Selain itu, pihaknya juga ingin melindungi hak konsumen yang benar-benar berhak menggunakan BBM bersubsidi.
Ahad mengimbau agar masyarakat segera melakukan pendaftaran.
Paling lambat pada bulan September.
Jika tidak, jumlah literan akan dibatasi.
Pembatasan mulai dari 50 liter per hari, 20 liter per hari sampai akhirnya berlaku kewajiban menggunakan QR Code.
Untuk sekarang, kewajiban mendaftar baru diperuntukkan kepada pengguna roda empat.
Kendati demikian, saat ini pihaknya belum bisa memastikan kriteria yang berhak menerima BBM subsidi.
”Yang jelas, dengan kebijakan sekarang, kami ingin mempersempit penyelewengan penggunaan BBM bersubsidi,” tambahnya.
Sejauh ini, hampir seluruh SPBU di Malang sudah melayani transaksi menggunakan QR Code. (mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana