MALANG KOTA- Lini pertahanan Arema FC mendapat banyak sorotan pada pekan ke9 BRI Liga 1.
Itu karena, gawang Singo Edan kebobolan dua gol saat melawan Persija Jakarta, Sabtu lalu (26/10).
Karena itu, mereka bertekad memperbaiki statistik tersebut sebelum menjalani laga selanjutnya.
Center Back Arema FC Thales Lira mengatakan, faktor komunikasi merupakan penyebab gawang Lucas Frigeri kemasukan dua gol.
Menurutnya, selama pertandingan sering terjadi miskomunikasi di antara pemain belakang tim.
”Akibatnya, serangan serangan lawan berbuah gol,” kata mantan pemain PSS Sleman itu.
Menurutnya, gol gol yang tercipta seharusnya tidak perlu terjadi.
Itu menyusul, ada kesalahan individu.
Kebobolan pertama, misalnya.
Bermula dari kurang maksimal melakukan clearance.
Lalu, bola mengarah ke Marko Simic yang berhasil dimaksimalkan menjadi gol.
Sedangkan gol kedua Persija bermula kurang baik dalam menghalau bola dari pertahanan.
Lalu, posisi Hanif Sjahbandi juga bebas dari pengawalan pemain Arema FC.
”Harusnya kami menjadi lebih kompak saat pada momen momen tersebut,” jelas dia.
Karena itu, Thales dan elemen tim bertekad memperbaiki kekurangan tersebut di laga selanjutnya.
Harapannya, pertahanan tim menjadi lebih solid.
Barito Putera yang menjadi lawan dilihat punya lini serang tidak kalah bagus.
”Kami akan berusaha keras saat sesi latihan nanti,” jelas dia.
Menurutnya, usaha perbaikan akan dimulai dengan menyatukan chemistry di antara pemain belakang.
Selain itu, meningkatkan komunikasi di antara pemain.
Meski begitu, dia melihat secara keseluruhan semua pemain Arema FC sudah bermain dengan baik.
Dimana berusaha untuk memberikan performa maksimal selama 90 menit pertandingan.
Namun, Dewi Fortuna tidak berpihak kepada Singo Edan.
Mantan pemain PSS Sleman itu mengatakan, hasil kurang maksimal melawan Persija harus dibayar tuntas.
”Tentu nya hasil di laga lalu tidak boleh terulang. Kami akan menjadi lebih baik dengan tidak mengulangi kesalahan di laga sebelumnya,” jelas dia. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana