Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kampung Tridi Kota Malang Tunggu Dana Pengecatan

Fathoni Prakarsa Nanda • Kamis, 14 November 2024 | 01:45 WIB

 

KUSAM: Warna dinding dan atap rumah di Kampung Tridi sudah memudar. Ke depan, bagian atap akan dicat dengan pola pelangi untuk membedakan dengan Kampung Warna-Warni.
KUSAM: Warna dinding dan atap rumah di Kampung Tridi sudah memudar. Ke depan, bagian atap akan dicat dengan pola pelangi untuk membedakan dengan Kampung Warna-Warni.

MALANG KOTA - Kondisi kampung-kampung tematik di Kota Malang cukup memprihatinkan.

Salah satunya Kampung Tridi yang berada di Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing.

Gambar tiga dimensi di dinding-dinding rumah yang menjadi ciri khas kampung wisata itu tampak memudar.

Garis-garis di setiap gambarnya juga sudah tidak tegas.

Kondisi seperti itu sangat disayangkan.

Sebab masih banyak wisatawan yang sengaja datang untuk berlibur di ke Kampung Tridi setiap akhir pekan.

Ketua Paguyuban Kampung Tridi Adnan mengatakan, pihaknya sudah mengajukan permohonan revitalisasi ke Pemkot Malang.

Untuk sementara, pengadaan cat sudah disetujui dan akan menggunakan program CSR dari Decofresh.

”Tapi, biaya pengecatan masih menunggu kerja sama dengan Pemkot,” kata pria yang juga merupakan ketua RW 12 Kampung Tridi tersebut.

Menurutnya, terakhir kali pengecatan Kampung Tridi dilakukan pada 2018.

Itu pun tidak menyeluruh, karena setelahnya terjadi pandemi Covid-19.

Saat ini terdapat sekitar 250 rumah yang dinding dan atapnya butuh pembaruan warna.

Estimasi biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan itu sekitar Rp 50 juta.

”Pengecatan ulang nanti tidak akan mengubah desain besar Kampung Tridi. Tetap mempertahankan gambar-gambar tiga dimensi,” imbuh Adnan.

Perubahan warna hanya akan dilakukan pada bagian atap rumah agar membedakan kampung Tridi dengan Kampung Warna-Warni.

Nantinya, atap rumah-rumah Kampung Tridi akan dicat dengan pola warna pelangi.

Adnan menambahkan, saat ini kunjungan wisatawan ke Kampung Tridi memang menurun drastis.

Saat libur sekolah Agustus lalu, per hari hanya sekitar 100 orang.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang bisa mencapai 400 hingga 1.000 kunjungan per hari.

Dia berharap pengecatan ulang dapat dilakukan tahun ini.

”Harapan kami, wali kota yang terpilih nanti lebih memfasilitasi kampung-kampung tematik buatan ini,” tuturnya.

Misalnya bantuan pengelolaan oleh pemerintah dengan tetap melibatkan warga setempat.

Sebab, pengelolaan secara mandiri oleh warga lokal belum bisa maksimal.

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi mengaku belum dapat memastikan kapan peremajaan kampung tematik dapat dilakukan.

Biaya yang dibutuhkan cukup besar karena tidak hanya Kampung Tridi yang akan diperbarui.

Tetapi juga Kampung Biru Arema dan Kampung Warna-Warni.

”Rencananya memang ada pembaruan. Cat sudah disiapkan dengan program CSR. Tinggal menyiapkan biaya pengecatannya,” terangnya. (dur/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Kampung Tridi #kampung tematik #Kota Malang #Pengecatan #Dana