MALANG KOTA - Gedung Ambassador Tennis resmi dibuka kemarin (15/1).
Gedung olahraga yang berlokasi di Jalan Tenaga Utara No 5 C, Kecamatan Blimbing, Kota Malang tersebut diresmikan langsung oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin MA.
Dia mengapresaiasi beroperasinya lapangan tenis dengan konsep indoor tersebut.
Rudy mengatakan, dengan adanya fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para atlet dan juga penggemar olahraga.
”Spesifikasi fasilitasnya sangat bagus, kemudahan akses, bahkan menggunakan aplikasi,” ucap Rudy.
Rudy mengapresiasi PT Ambassador Sport Indonesia yang berkontribusi nyata terhadap perkembangan olahraga.
Ia berharap gedung tersebut dapat menjadi pemantik komponen masyarakat lain agar turut berkontribusi.
”Sehingga rekan-rekan yang lain terpanggil untuk mempunyai niat yang baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Manajer Ambassador Tennis Edy Mujiono mengatakan, gedung tersebut dibangun atas dasar keresahan terbatasnya lapangan tenis di Malang.
Terlebih lapangan tenis indoor.
”Selain itu, saat ini momen untuk tenis lagi bagus. Banyak pemula, amatir, dan profesional menggemari tenis,” ujar Edy.
Sayangnya, banyak juga yang mengeluh tidak dapat lapangan di jam-jam tertentu.
Gedung Ambassador Tennis memiliki total tiga lapangan.
Bahkan menjadi yang terbesar di Malang bahkan Jawa Timur.
Tentu kualitas lapangan sudah memenuhi standar International Tennis Federation (ITF).
Terdapat tribun dengan kapasitas 500 orang.
Kemudian fasilitas pendukung seperti toilet, musala, wifi, hingga toko aksesori olahraga.
Kualitas atap yang digunakan juga sangat mumpuni.
Sehingga tidak bising ketika hujan dan tidak panas saat siang.
Begitu juga permukaan lapangan berstandar internasional.
”Karena sosok yang membangun gedung ini memiliki sertifikasi internasional,” tambahnya
Sementara sistem booking bisa dilakukan melalui aplikasi AYO: Super Sport Community.
”Bahkan sebelum buka sudah ada yang booking untuk turnamen Februari nanti,” tuturnya.
Ia menambahkan, ke depannya akan banyak turnamen-turnamen tenis yang digelar di sana. (dur/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana