Pemkot Malang Siapkan Rp 55 M untuk Bangun TPS Terpadu
Aditya Novrian• Minggu, 2 Februari 2025 | 19:10 WIB
SUMBER REPORTASE RADAR MALANG
Pemkot Optimistis Pengerjaan Bisa Dimulai 2026
MALANG KOTA - Pembangunan TPS Terpadu (TPST) menjadi salah satu program prioritas Pemkot Malang.
Rencananya, pembangunan mulai digeber tahun depan.
Pemkot akan membangun TPST secara bertahap.
Untuk tahap pertama, pemkot akan mengalokasikan dana sebesar Rp 55 miliar.
Dana tersebut akan masuk dalam APBD Kota Malang tahun 2026.
Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan mengatakan, kebutuhan dana untuk membangun TPST terbilang besar.
Yakni mencapai Rp 185 miliar.
”Kami cicil dulu, karena nanti ada skema diganti pemerintah pusat,” ujar dia.
REPORTASE RADAR MALANG
Pembangunan TPST merupakan sebuah kebutuhan mendesak.
Sebab, dengan volume sampah di Kota Malang mencapai 780 ton per hari.
Beberapa tahun ke depan akan membuat TPA Supit Urang overcapacity.
Dengan adanya TPST, pengurangan sampah bisa mencapai 120 ton per hari.
Rencananya, TPST akan dibangun di kawasan TPA Supit Urang.
Karena lokasi tersebut paling ideal tidak terlalu dekat dengan pemukiman dan masih ada lahan sisa.
”Luasan TPST sekitar dua hektare. Kami coba anggarkan pada 2026, sebenarnya direncanakan tahun ini, tapi anggarannya terbatas,” tutur Iwan.
Seperti diketahui, pada 2025 Kota Malang bakal menjadi tuan rumah Porprov Jatim.
Anggaran yang digelontorkan untuk ajang tersebut mencapai Rp 64 miliar.
”Pengalaman saya berkeliling ke beberapa kota, tidak ada penanganan sampah sebagus di Kota Malang. Di TPA Supit Urang sudah dikelompokkan dan tertata sangat rapi, namun ke depan perlu ada inovasi seperi TPST ini,” tandas tegas mantan Pj Bupati Lebak itu.
Pada pertengahan bulan lalu, TPA Supit Urang mendapat apresiasi positif dari Menteri Pekerjaaan Umum Dody Hanggodo.
Bahkan diusulkan, TPA Supit Urang menjadi role model pengelolaan sampah wilayah lain di Indonesia.
Pembangunan TPST ini salah satu upaya meningkatkan kapasitas TPA Supit Urang.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arif Nurakhmadi setuju dengan langkah pemkot memprioritaskan pembangunan TPST tahun 2026.
Sebab, di TPA Supit Urang mulai timbul gejolak dengan masyarakat sekitar.
Seperti misalnya bau yang turun ke pemukiman.
Hal ini, menurut Dito, terjadi karena penanganan sampah belum maksimal.
Residu sampah yang tersisa menimbulkan bau yang tak sedap.
”Mengurangi sisa sampah ini harus dengan teknologi baru. Sanitary landfill kurang optimal, jadinya harus dibantu dengan TPS Terpadu,” tandasnya. (adk/adn)