Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tenteng Senpi Mainan, Tiga Remaja di Malang Wajib Lapor

Bayu Mulya Putra • Rabu, 5 Februari 2025 | 18:20 WIB
DIBINA POLISI: Salah satu pelaku (tengah) yang sempat viral setelah menenteng senjata api mainan dihadapkan kepada awak media, kemarin (4/2). (NABILA EMILA/RADAR MALANG)
DIBINA POLISI: Salah satu pelaku (tengah) yang sempat viral setelah menenteng senjata api mainan dihadapkan kepada awak media, kemarin (4/2). (NABILA EMILA/RADAR MALANG)

MALANG KOTA – Senin lalu (3/2) sekitar pukul 13.00, warga di Jalan Mayjen Panjaitan, Kelurahan Penanggungan, Klojen dikejutkan dengan aksi tiga remaja.

Mereka yang mengendarai motor Honda Beat warna hitam menenteng senjata api.

Melihat itu, salah satu warga merekam dan mengunggah video di media sosial.

Setelah viral, Polresta Malang Kota langsung melakukan tindak lanjut.

Kepolisan mengamankan tiga remaja itu selang beberapa jam setelahnya.

Sekitar pukul 17.30.

Salah satu pelakunya yakni SD, 20.

Dia diamankan di rumahnya di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Selain itu, ada dua remaja lainnya.

Mereka berinisial C dan G.

Keduanya masih di bawah umur.

Dari hasil penyelidikan Sat Reskrim Polresta Malang Kota, tiga remaja itu tidak bermaksud melakukan kejahatan.

”Jadi senjata api yang dibawa itu hanya mainan yang sering dijual di toko-toko,” kata Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol M. Sholeh, kemarin (4/2).

Dia juga memastikan tidak ada penodongan yang dilakukan ke warga.

Hanya saja, cara pelaku membawa senjata api mainan menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga.

Kendati demikian, Polresta Malang Kota tidak lepas tangan.

Mereka tetap melakukan pembinaan.

Tiga remaja itu diminta wajib lapor selama satu minggu ke depan.

”Karena saat kejadian mereka juga tidak menggunakan helm, kami memberikan tilang dan melakukan pembinaan agar lebih tertib berkendara,” tegas Sholeh.

SD, salah satu pelaku mengaku kalau senjata api mainan itu dibawa untuk diantarkan kepada adik dari pelaku C.

”Kami mau mengantarkannya ke rumah di Jalan Borobudur,” terang dia.

Dia turut menyesali perbuatannya.

SD juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga Kota Malang yang resah terhadap aksi mereka. (mel/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#senpi #Kota Malang #remaja malang #Senpi Mainan