Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Produksi Sampah di Kota Malang Meningkat 22 Persen saat Libur Lebaran

Bayu Mulya Putra • Minggu, 6 April 2025 | 00:58 WIB
FENOMENA TAHUNAN: Sejumlah sampah terkumpul di TPS Merjosari, kemarin (4/4). Jumlah yang dihasilkan selama libur Lebaran cukup tinggi. (SATRIA CAHYONO/RADAR MALANG)
FENOMENA TAHUNAN: Sejumlah sampah terkumpul di TPS Merjosari, kemarin (4/4). Jumlah yang dihasilkan selama libur Lebaran cukup tinggi. (SATRIA CAHYONO/RADAR MALANG)

Pemkot Catat Ada 828 Ton yang Terkumpul

MALANG KOTA - Seperti tahun-tahun sebelumnya, jumlah sampah yang dihasilkan warga saat libur Lebaran selalu meningkat.

Dan, itu terbukti pada tahun ini.

Sejak Hari Raya Idul Fitri pada 31 Maret hingga 2 April 2025, total sampah mencapai 828 ton.

Secara rinci, pada 31 Maret terkumpul 11,4 ton.

Kemudian pada 1 April meningkat menjadi 305,9 ton.

Jumlahnya kembali meningkat pada 2 April sebanyak 512,9 ton.

Kepala Bidang (Kabid) Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Malang Roni Kuncoro menjelaskan, produksi sampah pada Lebaran tahun ini menurun dibanding tahun 2024.

Sebab pada tahun lalu mencapai 879 ton.

Atau terjadi penurunan hingga 51 ton.

”Secara total maupun dilihat per hari, ada penurunan produksi sampah. Mulai hari H Salat Id hingga H+2 Lebaran,” terangnya.

Roni menuturkan, kemungkinan penurunan itu disebabkan jumlah pemudik ke Kota Malang yang juga menurun.

Itu memengaruhi produksi sampah di kota pendidikan.

”Banyak juga mahasiswa yang keluar dari Kota Malang, sehingga produksi sampah mengalami penurunan,” jelasnya.

Dari ratusan ton itu, Roni menyatakan yang paling banyak yakni sampah organik.

Seperti misalnya daun-daun kering atau limbah rumah tangga.

Penyumbang kedua dari sampah pelaku usaha.

Secara umum, selama libur Lebaran pihaknya masih menemui sampah bertebaran di pinggir jalan.

Didominasi sampah kertas.

Khususnya setelah Salat Idul Fitri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Noer Rahman Wijaya menambahkan, lonjakan sampah biasanya akan terjadi hingga H+7 Lebaran.

Berkaca pada tahun lalu, volume sampah naik hingga 22 persen dibanding hari biasa.

”Karena peningkatan sampah ini, pramu kebersihan (pasukan kuning) ada yang tetap bekerja pada hari Lebaran. Tetapi, nanti akan diberlakukan shift, karena mereka juga merayakan hari raya,” papar Rahman.

Lebih lanjut, DLH meminta peran aktif kepada masyarakat dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Sebab, itu akan mengganggu waktu liburan dan silaturahmi warga Kota Malang.

Seperti diberitakan sebelumnya, masih ditemui beberapa titik yang menjadi lokasi timbunan sampah liar.

Seperti di dekat Velodrome, Jalan Danau Jonge, kemudian Jalan Muharto dan Jembatan Pasar Gadang. (adk/by)

Editor : A. Nugroho
#TPS #Libur lebaran #Kota Malang #Meningkat #Sampah