Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

REI Malang Pererat Sinergi Pengembang dan Pemerintah

Mahmudan • Kamis, 17 April 2025 | 18:48 WIB

Ketua REI Komisariat Malang Raya dan Pasuruan Muhammad Yunandi, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, dan Ketua DPD REI Jatim M. Ilyas (RAMA SUTRA/RADAR KANJURUHAN).
Ketua REI Komisariat Malang Raya dan Pasuruan Muhammad Yunandi, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, dan Ketua DPD REI Jatim M. Ilyas (RAMA SUTRA/RADAR KANJURUHAN).

MALANG KOTA – Halalbihalal yang digelar Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Malang Raya di Hotel Grand Mercure Malang, Selasa lalu (15/4).

Acara yang mengusung tema ”Mempererat Silaturahmi, Membangun Kolaborasi” itu dihadiri sejumlah pejabat penting.

Dari unsur militer, hadir Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad Mayjen TNI Susilo.

Sedangkan dari unsur pemerintah daerah (pemda) ada Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, dan Wakil Wali Kota Pasuruan M. Nawawi.

Baca Juga: REI Malang Pererat Sinergi Pengembang dan Pemerintah

Selain itu, hadir pula Ketua DPD REI Jatim M. Ilyas dan Ketua REI Komisariat Malang Raya dan Pasuruan Muhammad Yunandi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan pentingnya kolaborasi antar daerah dalam penyediaan hunian.

Menurut dia, kebutuhan rumah di Malang Raya tidak bisa dibatasi oleh batas administrasi wilayah.

“Halalbihalal ini menjadi ajang kolaborasi untuk menciptakan satu visi dan satu misi guna mewujudkan keselarasan antara jumlah penduduk dengan ketersediaan rumah,” ujar Wahyu.

Baca Juga: Bos Patraland Pimpin REI Malang

Ia menyebut, banyak warga yang bekerja atau kuliah di Kota Malang, namun tinggal di Kabupaten Malang dan berwisata di Kota Batu.

Oleh karena itu, dia menilai diperlukan kesepahaman dan kebijakan bersama antarwilayah.

“Pemda di Malang Raya perlu duduk bersama menyamakan persepsi agar memiliki kebijakan yang selaras dalam penyediaan hunian,” lanjut alumnus Institute Teknologi Nasional (ITN) Malang itu.

Sementara itu, Ketua DPD REI Jatim HM Ilyas mengapresiasi halalbihalal sebagai ruang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi menghadapi tantangan global dan nasional.

“Tahun ini kita menghadapi banyak tantangan. Tidak hanya sektor properti, tapi juga semua sektor. Maka tema mempererat kolaborasi ini sangat tepat,” ucapnya.

Ilyas menambahkan, sektor properti memiliki daya ungkit besar terhadap ekonomi nasional.

Tercatat ada lebih dari 170 industri yang bergerak ketika sektor ini tumbuh.

Sedangkan Ketua REI Komisariat Malang Raya dan Pasuruan Muhammad Yunandi menjelaskan, kegiatan ini bukan hanya ajang silaturahmi, melainkan juga momentum memperkuat kemitraan antara pengembang, pemerintah, dan lembaga keuangan.

Baca Juga: REI Berharap Kuota Rumah Subsidi di Malang Bertambah pada 2025

“Sekitar 70 hingga 80 persen pembelian rumah dilakukan melalui KPR. Karena itu, sinergi dengan perbankan dan pemerintah sangat penting,” kata Yunandi.

Dalam kesempatan itu, Ia menyoroti keterbatasan lahan di Kota Malang dan Kota Batu.

Menurutnya, pengembangan perumahan terjangkau perlu diarahkan ke wilayah Kabupaten Malang.

“Kami berharap regulasi dan proses perizinan bisa lebih dipermudah agar pertumbuhan sektor perumahan bisa dipercepat,” pungkasnya. (ram/dan)

Editor : A. Nugroho
#ekonomi #Malang Raya #rei malang #kolaborasi #pemerintah daerah #hunian terjangkau