MALANG KOTA - Fashion Show yang digagas Sarjana Terapan Desain Mode, Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Malang (UM) merambah level regional.
Itu dibuktikan dengan terselenggaranya Asian Student Fashion Week (ASFW) kemarin (3/5) dan hari ini (4/5).
Selain menampilkan 23 young designer dari UM, gelaran tersebut juga menggandeng 15 young designer dari Malaysia, serta 13 desainer pelajar SMK.
Sepanjang acara, puluhan model bergantian memamerkan desain-desain busana dengan elegan di atas catwalk.
Mayoritas menampilkan perpaduan warna yang kontras.
Tapi tetap enak dipandang karena perpaduan yang saling menunjang.
Tren yang muncul pada fashion show pertama Desain Mode Fakultas Vokasi itu merujuk pada forecasting 2025–2026.
Menyajikan konsep baru stream with paradox atau paradoksal trend.
Konsep itu mencerminkan perpaduan elemen-elemen saling bertentangan, namun membentuk harmoni menarik dan relevan dengan dinamika zaman.
“Kami juga melibatkan 30 model perempuan dan satu model laki-laki,” ujar Ketua ASFW Dewi Laksmi Wilujeng Ningtyas.
Mahasiswa semester delapan itu menuturkan, tiap model memperagakan busana sesuai segmen yang disediakan.
Mulai dari urban wear, evening wear, hingga ecofuturism.
Seluruh busana karya 23 young designer ditampilkan pada hari pertama untuk dinilai jajaran juri dari dosen dan pembimbing desain mode.
Hasilnya akan ditampilkan pada puncak acara hari ini di Graha Cakrawala UM.
Ketua Tim Juri ASFW Agus Sunandar mengaku takjub dengan karya-karya anak didiknya kemarin.
Rasanya, dia berhasil mengajarkan mahasiswanya untuk siap terjun di dunia industri.
Sebab, Fakultas Vokasi memang disiapkan untuk terjun langsung di dunia kerja yang digeluti.
”Fashion show ini satu-satunya di Asia. Kami ciptakan untuk mewadahi karya siswa dan mahasiswa seluruh Asia,” ujar Agus.
Dosen mata kuliah Desain, Grand Show, Manajemen Event, Digital Illustration, hingga Digital Fashion itu memang mengarahkan mahasiswanya untuk berkecimpung langsung dengan industri.
Untuk itu, tim juri dihadirkan dari kalangan industri, dosen UM, dan dosen luar negeri. (aff/fat)
Editor : Aditya Novrian