Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

MCC Ditarget Raup Rp 500 Juta sampai Akhir Tahun

Bayu Mulya Putra • Selasa, 5 Agustus 2025 | 16:45 WIB

 

 

ilustrasi.
ilustrasi.

MALANG KOTA - Biaya operasional gedung Malang Creative Center (MCC) cukup tinggi. Tiap tahun dibutuhkan dana sekitar Rp 7,5 miliar. Untuk menekan angka itu, per 1 Agustus 2025 pemkot menerapkan retribusi untuk tiga area di MCC.

Lantai dua dan lantai tujuh dikhususkan untuk kegiatan-kegiatan komersial. Area selanjutnya yakni tempat gym.  Sementara untuk kegiatan sosial atau non-profit tetap digratiskan. Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji menyampaikan, berdasar perhitungan potensi, pihaknya menarget MCC bisa meraup Rp 500 juta hingga akhir tahun ini.

”Itu sudah dibahas pada APBD Perubahan,” ujar dia. Bayu mengakui bahwa target pendapatan itu masih jauh dari total biaya operasional MCC. Untuk itu, akan dilakukan evaluasi pada tahun depan. ”Sekarang arah untuk ke mandiri sudah ada. Kami akan mencoba tingkatkan target pada APBD 2026,” tambah Bayu.

Menurut rencana awal pada 2022, 40 persen bangunan MCC merupakan area komersial. Sedangkan 60 persennya digunakan untuk umum. Rencana itu masih akan dikaji lagi. ”Kami evaluasi lagi setelah melihat hasil Agustus sampai Desember. Setelah itu, nanti diputuskan perlu menambah area komersial atau tidak,” jelas politisi PKS itu.

Di tempat lain, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan bahwa penerapan retribusi merupakan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Lembaga tersebut ingin MCC tidak sepenuhnya bergantung pada APBD. ”Karena itu kami berlakukan mulai 2025 ini,” ujarnya.

Saat ini, Wahyu mengatakan bahwa pengelolaan MCC masih berada di bawah naungan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag). Ke depan akan ada dinas khusus yang mengelola fasilitas tersebut. Yaitu Dinas Ekonomi Kreatif (Ekraf).

”Kami masih menunggu perda baru disahkan, setelah itu MCC diserahkan kepada dinas ekraf,” beber kepala daerah yang sering disapa Pak Mbois itu. Setelah MCC bisa menghasilkan pendapatan, Wahyu mengaku bakal mengurangi suntikan dana dari APBD. ”Untuk bagian-bagian yang dikomersialkan merupakan rekomendasi BPK. Selain itu juga ada saran dari dewan,” pungkas Wahyu. (adk/by)

Editor : A. Nugroho
#dprd kota malang #BPK #MCC #Diskopindag