Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

MBG di Kota Malang Sudah Menjangkau 18 Ribu Orang

Bayu Mulya Putra • Selasa, 23 September 2025 | 16:55 WIB
PERLUAS JANGKAUAN: Salah satu guru di SMPN 6 Kota Malang membagikan paket makan bergizi gratis (MBG), kemarin.
PERLUAS JANGKAUAN: Salah satu guru di SMPN 6 Kota Malang membagikan paket makan bergizi gratis (MBG), kemarin.

MALANG KOTA - Hingga bulan September ini, ada sekitar 18 ribu warga yang telah mendapatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jumlah itu berasal dari pasokan enam unit Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG). Tercatat ada dua kategori penerima MBG di Kota Malang.

Mayoritas yakni siswa sekolah. Totalnya 17.700 anak. Golongan lain yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Sementara ini baru 325 penerima manfaat. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan menerangkan, sebenarnya ada sembilan SPPG yang telah berdiri.

Namun yang sudah beroperasi baru enam SPPG. Tiga lainnya masih menunggu jadwal operasional. Kekurangannya kemungkinan menunggu personel dan alat untuk memasak. Slamet menambahkan, untuk pemberian MBG kepada ibu hamil dan ibu menyusui masih terbatas.

Sebab, hanya satu SPPG yang memulai program tersebut. Yakni Yayasan LP Ma'arif NU, di Kecamatan Klojen.  Sejauh ini SPPG masih berfokus pada pemberian untuk siswa sekolah. Jika ditambah ibu hamil, itu artinya perlu penambahan kuota. ”Program MBG ibu hamil itu harus menyesuaikan kondisi SPPG. Sementara ini baru satu yang siap menambah kapasitas,” ujar Slamet.

Mekanisme penyaluran MBG untuk pelajar, seperti diketahui, akan diantar langsung ke lembaga pendidikan. Sedangkan bagi ibu hamil dan ibu menyusui melalui posyandu. Kader posyandu yang akan mengirimkan ke masing-masing penerima.

Di tempat lain, Kepala SMPN 6 Kota Malang Umi Kulsum menuturkan, ada 798 siswa yang menerima manfaat MBG di lembaga pendidikannya. Pemberian MBG dilaksanakan sejak bulan April lalu. ”Alhamdulillah kami termasuk yang pertama menerima MBG. Sejauh ini tidak ada masalah, anak-anak hampir selalu menghabiskan makanan,” terang Umi.

Menurut dia, SPPG LP Ma'arif sebagai penyediaan MBG cukup mendengarkan saran dari sekolah terkait menu makanan. Sehingga tak hanya bergizi, namun juga cocok untuk siswa-siswi SMPN 6. ”Menunya bervariasi dan ada masakan yang kekinian, seperti misalnya steak daging. Kami bersyukur SPPG mau mendengar saran,” tambah dia.

Umi menekankan, meski ada MBG, kantin sekolah tetap buka seperti biasa. Pendapatan mereka juga dipastikan tidak berkurang. ”Penjual di kantin minta MBG dibagikan siang, agar pagi siswa tetap bisa beli di sekolah. Alhamdulillah kantin tidak terganggu dan MBG tetap berjalan seperti biasa,” pungkasnya. (adk/by)

Editor : A. Nugroho
#dispangtan #Mbg #Kota Malang #SPPG