MALANG KOTA - Sebanyak 72.500 warga Kota Malang masuk dalam kategori penerima Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS).
Seperti janji pemerintah pusat, mereka bakal mendapatkan bantuan uang tunai senilai Rp 900 ribu. Itu merupakan akumulasi bantuan selama tiga bulan, Oktober hingga Desember 2025.
Secara nasional, BLTS itu bakal disalurkan kepada 35,04 juta masyarakat. Mereka yang menerima merupakan warga yang masuk kategori desil I hingga desil IV.
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito menjelaskan, sebelum dicairkan, harus ada pengecekan ke lapangan.
Proses itu berjalan lama, sebab jumlah penerima di Kota Malang cukup banyak. "Data 72.500 orang itu dari Kementerian Sosial, setelah itu kami verifikasi di lapangan. Agar bantuan ini tepat sasaran," ujar Donny. Sejumlah hal yang perlu dicek yakni kesesuaian alamat atau tempat tinggal.
Selanjutnya yakni status dan pekerjaan anggota keluarga. Kemudian, kesesuaian terhadap kondisi tertentu, seperti adanya ibu hamil maupun memiliki balita. Karena verifikasi masih berlangsung, Donny belum bisa menyebutkan berapa warga yang bakal mendapatkan BLTS.
Namun dari pendataan sementara, kemungkinan besar dari total 72.500 itu jumlahnya akan berkurang. "Data sepintas yang dilaporkan teman-teman ternyata ada yang sudah meninggal. Ada juga yang pindah alamat ke luar kota dan lain-lain,” jelas mantan Kabag Humas Pemkot Malang itu.
Setelah proses verifikasi selesai, BLTS segera dilakukan proses pencairan. Diperkirakan, pencairannya dilakukan pada bulan November. Ada dua skema pencairan bantuan tersebut. Pertama, dilakukan melalui bank-bank Himbara. Di antaranya Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan Bank Syariah Indonesia.
Skema kedua yakni pencairan secara tatap muka melalui PT Pos Indonesia. Donny berharap, BLTS itu bisa mendorong peningkatan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Salah satu yang diinginkan Pak Presiden di awal tahun bisa mengatasi inflasi. Selain itu daya beli masyarakat juga bisa meningkat,” tutur Donny. (adk/by)
Editor : A. Nugroho