Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemerintah Kota Malang Belum Bisa Tambah Radar Pendeteksi Banjir

Aditya Novrian • Selasa, 9 Desember 2025 | 16:47 WIB
Tentang EWS di Kota Malang
Tentang EWS di Kota Malang

MALANG KOTA – Ancaman banjir di Kota Malang terus naik dalam tiga tahun terakhir. Namun di tengah meningkatnya risiko bencana, Pemkot belum mampu menambah radar pendeteksi bencana atau early warning system (EWS). Alasan utamanya karena efisiensi anggaran.

Kepala BPBD Kota Malang Prayitno mengungkapkan, peningkatan kejadian bencana cukup terasa sejak 2022. Pada tahun itu tercatat 479 kejadian. Angkanya naik lagi pada 2024, mencapai 494 kejadian.

”Curah hujan yang makin tinggi mempengaruhi kondisi permukaan tanah dan aliran sungai. Dampaknya, banjir lebih sering muncul,” ujar mantan Camat Kedungkandang itu.

Dari catatan BPBD, banjir menjadi bencana paling sering terjadi. Setelah itu disusul longsor, angin kencang, serta sejumlah bencana hidrometeorologi lain. Tren kenaikan ini, menurut Prayitno, menuntut adanya penanganan sistemik. Mulai dari perbaikan drainase hingga memastikan EWS bekerja optimal.

Saat ini Kota Malang memiliki 23 EWS. Sebagian besar terpasang di permukiman rawan banjir, sisanya berada di titik-titik aliran sungai yang juga dipantau perguruan tinggi. Namun perangkat yang ada ternyata tidak lagi prima.

”Sebagian besar dipasang dan dibuat tahun 2020. Durabilitasnya mulai menurun. Ada komponen seperti baterai litium, sensor, dan panel surya yang harus diganti,” kata pejabat eselon II B Pemot Malang itu.

Kondisi ini diperparah dengan minimnya anggaran pengadaan alat baru. Pemkot hanya mengalokasikan biaya untuk perawatan. Padahal, BPBD menerima laporan beberapa EWS tak lagi mengeluarkan notifikasi ketika tinggi muka air meningkat. ”Kami prioritas mengganti instrumen yang sudah tidak bekerja maksimal,” terang Prayitno.

Perbaikan itu termasuk menambah sistem notifikasi agar sinyal dari EWS bisa langsung memicu sirine dan mengirim peringatan ke warga sekitar. Ia berharap perawatan rutin, ditambah kerja sama lintas OPD dan masyarakat, bisa memperkuat kesiapsiagaan kota menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi masih berlanjut.

”Kami tetap siapkan Tim Reaksi Cepat dan memperkuat masyarakat tangguh bencana,” tutupnya. (mel/adn)

Editor : A. Nugroho
#ancaman banjir #EWS #malang #Pemkot