MALANG KOTA – Mobilitas masyarakat yang berada di Kota Malang selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) diprediksi meningkat. Hal ini juga berpotensi mengerek produksi sampah. Diprediksi lonjakan sampah mencapai 20 ton per hari.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang mengatakan, dalam kondisi normal, produksi sampah harian mencapai 720 ton per hari. Kemudian terolah di lingkungan rumah tangga dan TPS, sehingga tersisa sekitar 500 ton yang masuk ke TPA Supit Urang.
”Dengan adanya potensi peningkatan sampah selama Nataru, kami akan menyiagakan personel dan armada,” tegas Raymond kemarin. Untuk personel, nantinya akan beroperasi lebih lama dari yang semula pukul 05.00 sampai 16.00.
Untuk armada pengangkut sampah, pihaknya mempunyai 48 unit yang beroperasi. Namun tiga armada di antaranya sedang dalam proses perbaikan. Setiap armada juga tidak hanya mengangkut sampah satu kali. Namun ditambah menjadi 2-3 kali lebih banyak.
Kemudian terdapat rencana menambah tempat sampah plastik. Ada lima titik yang rencananya mendapat tempat sampah plastik. Antara lain diusulkan di Kajoetangan Heritage dan Stasiun Malang. Raymond berharap masyarakat sama-sama menjaga kondisi lingkungan. Salah satunya dengan membuang sampah pada tempatnya.(mel/dan)
Editor : A. Nugroho