MALANG KOTA - Melonjaknya pengunjung Alun-alun Merdeka menimbulkan problem baru. Akhir pekan lalu, setidaknya ada dua masalah yang muncul. Yakni 62 anak lepas dari pengawasan dan penambahan volume sampah.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran mengatakan, jumlah pengunjung pasca-revitalisasi meningkat empat kali lipat atau 400 persen. Hampir seluruh kawasan alun-alun dipadati pengunjung, sehingga pengawasan orang tua kepada anak lebih sulit.
Area paling padat terutama di playground dan air mancur. "Laporan anak yang terpisah sama orang tuanya pada Senin lalu (2/2) ada 26 anak dan Minggu (1/2) ada 36 anak," terang Raymond kemarin (3/2).
Dengan demikian, dalam kurun dua tercatat 62 anak yang sempat hilang di alun-alun. Dia menegaskan, anak yang hilang itu seluruhnya kembali ke orang tuanya. Petugas DLH membantu menyampaikan pengumuman melalui pengeras suara yang terletak di beberapa titik.
Berdasarkan laporan sementara, sebagian besar kejadian hilang pengawasan terjadi di area playground Alun-alun Merdeka. Anak-anak sedang asyik bermain, sementara orang tua meninggalkan lokasi untuk keperluan. "Mungkin orang tuanya ke masjid, ada yang belanja, ada pula yang ke toilet. Sehingga anaknya mencari dan hilang,” jelas Raymond.
Peristiwa itu menjadi bahan evaluasi mengingat jumlah pengunjung yang terus meningkat. Sejumlah langkah antisipasi mulai disiapkan. Mulai pembatasan jumlah anak di area playground hingga penambahan pengeras suara untuk mempercepat penyampaian informasi kepada pengunjung.
Raymond menambahkan, problem lainnya adalah sampah berserakan. Ini karena jumlah tempat sampah tidak sebanding dengan pengunjung. Untuk itu pihaknya menambah 20 kantong sampah di Alun-alun Merdeka. ”Karena tempat sampah tidak menampung ditemukan banyak sampah yang dibuang sembarangan.
Terutama di area rumput," kata pejabat Pemkot Malang tersebut. Selain penambahan kantong sampah, ke depan pihaknya akan mengevaluasi jadwal pengangkutan sampah. Kemungkinan akan ditambah untuk meminimalkan penumpukan.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi meminta ada penambahan petugas yang siaga di Alun-alun Merdeka. Selain itu, perlu dilakukan sosialisasi secara berkala oleh petugas untuk memperhatikan anak mereka.
"Petugas hari berkali-kali mengingatkan pengunjung agar tidak lengah, khususnya orang tua. Karena kondisi ramai sangat mungkin memisahkan anak dari pengawasan,” tandasnya.(adk/dan)
Editor : Aditya Novrian