KEPADATAN lalu lintas hingga penutupan sejumlah ruas jalan berpotensi mengganggu akses menuju Stasiun Malang akhir pekan ini. Terutama bagi calon penumpang kereta api yang memiliki jadwal keberangkatan ketat.
KAI Daop 8 Surabaya mengingatkan penumpang untuk mengantisipasi kondisi tersebut dengan datang lebih awal ke stasiun. Imbauan ini disampaikan menyusul perkiraan membeludaknya jamaah dari berbagai daerah yang akan menghadiri kegiatan berskala nasional itu.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, lonjakan aktivitas masyarakat diperkirakan akan berdampak langsung pada arus lalu lintas di pusat kota.
”Potensi rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan cukup besar, termasuk akses menuju Stasiun Malang. Penumpang perlu merencanakan perjalanan dengan cermat agar tidak tertinggal kereta,” ujarnya.
Penutupan 12 ruas jalan berpotensi memutus jalur-jalur utama yang biasa digunakan penumpang menuju Stasiun Malang dari berbagai arah. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat akhir pekan merupakan periode padat bagi layanan kereta api.
Setiap hari, Stasiun Malang melayani rata-rata 2.700 hingga 3.000 penumpang dengan total 13 perjalanan kereta yang berangkat. Sedikit keterlambatan di perjalanan menuju stasiun berisiko membuat penumpang gagal naik kereta karena aturan ketepatan waktu yang ketat.
Kepadatan lalu lintas diperkirakan tidak hanya terjadi di sekitar stadion, tetapi juga merembet ke jalan-jalan penghubung antarwilayah. Situasi ini dinilai dapat menyulitkan kendaraan pribadi maupun transportasi daring yang biasa digunakan penumpang kereta untuk mencapai stasiun.
Sebagai langkah antisipasi, KAI menyarankan penumpang mempertimbangkan keberangkatan dari Stasiun Malang Kota Lama. Stasiun tersebut relatif lebih mudah diakses dari jalur selatan dan timur kota, serta melayani sejumlah kereta jarak jauh.
Beberapa di antaranya KA Malabar, KA Matarmaja, KA Kertanegara, KA Brawijaya, KA Majapahit, dan KA Malioboro Ekspres. ”Kami mengingatkan bahwa keterlambatan datang ke stasiun menjadi tanggung jawab penumpang. Karena itu, perencanaan waktu dan rute perjalanan menjadi sangat penting,” ujarnya. (mel/adn)
Editor : Aditya Novrian