MALANG KOTA – Menjelang Ramadan, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga. Hal itu diketahui setelah satgas lintas sektor melakukan pengecekan di pasar tradisional kemarin (9/2). Kenaikan terlihat untuk harga ayam.
Di Pasar Bunulrejo misalnya, harga ayam naik sejak tiga hari terakhir. ”Kenaikannya mulai dari Rp 500 sampai Rp 1.000 per kilogram,” ujar Sunami, salah satu pedagang kepada tim satgas Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang didampingi dua perangkat daerah (PD) di Pemkot Malang.
Yakni dinas koperasi, perindustrian dan perdagangan (dkopindag) dan dinas ketahanan pangan dan pertanian (dispangtan). Dengan kenaikan harga tersebut, kini ayam dibanderol Rp 40 ribu per kilogram. Kendati demikian, persediaan ayam masih aman. Seperti biasa, Sunami mampu menjual hingga 160 ekor dalam sehari.
Kenaikan harga juga dirasakan, Hasanah. Pedagang ayam di Bunulrejo itu mengaku terjadi kenaikan sekitar Rp 5.000. ”Harga normal ayam di angka Rp 35 ribu, sekarang naik sekitar Rp 40 ribu per kilogram,” kata dia.
Selain kenaikan harga ayam, di Pasar Bunulrejo juga ada pedagang yang kesulitan mengakses beras premium. Salah satunya adalah Supri. "Kalau secara harga, beras tidak ada yang melambung, tapi jadi sulit mencari beras premium, seperti merek Lombok, Lahap, Mentari, dan Bintang," ungkap Supri.
Padahal, dia melanjutkan, beberapa merek beras tersebut sangat diminati masyarakat. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Puspa Dewi mengatakan, pihaknya datang ke Kota Malang untuk memastikan stabilisasi pangan.
Ada 14 bahan pokok (bapok) yang dicek. "Antara lain beras, cabai, bawang merah, bawang putih, telur, daging sapi, ayam, hingga minyak," bebernya. Puspa berharap harga dan pasokan pangan tetap terjaga. Terutama saat memasuki Ramadan sampai Lebaran.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dispangtan Kota Malang Elfiatur Roikhah menyampaikan pemkot juga berupaya melakukan stabilisasi pangan. Salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).
"Untuk GPM sudah berlangsung sejak 23 Januari lalu. Saat Ramadan nanti kami intensifkan keliling ke 57 kelurahan. Satu hari ada 2 kelurahan," tegas Elfi. Di lain pihak, Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Rakhmad Aji Prabowo menambahkan, pihaknya juga berpartisipasi dalam satgas pangan.
Tujuannya untuk menindak jika terjadi pelanggaran pangan, termasuk saat Ramadan sampai Lebaran. ”Jika ada pelanggaran pangan, prosesnya berjenjang. Jadi tidak langsung kami beri penindakan secara hukum," tutur Rakhmad. Pihaknya akan melakukan penyelidikan dulu dan melakukan pembinaan. (mel/dan)
Editor : A. Nugroho