MALANG KOTA – Penataan kawasan Soekarno-Hatta (Soehat) menjadi kota masa depan, membutuhkan biaya besar. Untuk penambahan fasilitas berupa skywalk atau jembatan layang pejalan kaki, pemkot malang mengupayakan dana non-APBD.
Wahyu Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya mengupayakan agar pembangunan kawasan Soehat dibiayai oleh bank dunia. Pembiayaan melalui program National Urban Transformation Project (NUTP). Dia mengisyaratkan upayanya akan mulus. Sebab, banyak pihak yang siap membiayai pembangunan kawasan Soehat.
"Karena Malang termasuk kota metropolitan, tawaran yang masuk sudah banyak, termasuk dari Bank Dunia," ucap Wahyu kepada Jawa Pos Radar Malang.
Berikut desain skywalk yang akan dibangun di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat):
Jika disetujui oleh Bank Dunia, pihaknya akan segera melakukan feasibility study (FS) atau studi kelayakan. Sama halnya seperti proyek penanganan banjir di Jalan Bondowoso sampai Jalan Tidar dan Jalan Jaksa Agung Suprapto yang diajukan agar bisa mendapat bantuan lewat National Urban Flood Resillience (NUFREP).
"Pembiayaan tidak hanya mengandalkan APBD. Kami juga menerima apabila ada investor yang tertarik mengelola kawasan," tegas mantan Sekda Kabupaten Malang itu. Wahyu juga menyampaikan, kawasan yang diajukan untuk ditata tak hanya Soehat. Namun juga kawasan di sekitar Pasar Splendid.
Baca Juga: Pemerintah Kota Malang Siapkan Desain Penataan Kawasan Soehat
Di tempat lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto menambahkan, selain skywalk, pihaknya juga akan melakukan penataan di Soehat sesuai zona. Kemudian, ada penambahan fasilitas untuk mengurangi kemacetan dan yang menjurus kepada kebutuhan transportasi masal. "Namun, draft RTBL yang kami susun belum paten. Kami masih perlu menyusun detail engineering design (DED)," tuturnya. (mel/dan)
Editor : Aditya Novrian