Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Konsep Sky Walk Soehat Malang Terinspirasi Korea

Mahmudan • Kamis, 19 Februari 2026 | 09:45 WIB
WAJAH BARU: Taman median  jalan di Jalan Soekarno-Hatta  (Soehat) berhias topeng  malangan kemarin (18/2). Di area  tersebut akan dibangun sky walk.
WAJAH BARU: Taman median jalan di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) berhias topeng malangan kemarin (18/2). Di area tersebut akan dibangun sky walk.

MALANG KOTA - Salah satu megaproyek dalam pembangunan kawasan Soekarno-Hatta (Soehat) menjadi kota masa depan adalah sky walk (jalur pedestrian layang). Konsep sky walk terinspirasi dari proyek Seun City Walk di Seoul, Korea Selatan.

Ketua Tim Perancangan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Universitas Brawijaya (UB) Chairul Maulidi menjelaskan, ide untuk menambah sky walk di kawasan Soehat tidak lepas dari kajian yang disusun pemkot. Kajian itu tentang studi infrastruktur perhubungan.

"Kemudian dari salah satu hasil kajian, dirasa perlu ada jembatan di simpang antara Jalan Pisang Kipas dan Jalan Bunga Cokelat yang mengarah ke Jalan Cengkeh, lalu Jalan Kalpataru," ungkap lelaki yang akrab disapa Ulid itu, kemarin (18/2).

Ditambah lagi, sebelumnya ada rencana Bus Trans Jatim melintas di kawasan Soehat dan reaktivasi angkot sebagai feeder. Faktor lain yang membuat kawasan Soehat membutuhkan jembatan penyeberangan adalah padatnya arus lalu lintas.

Diharapkan melalui keberadaan jembatan penyeberangan bisa menjadi wahana yang membantu masyarakat untuk berpindah dari seberang ke seberang. Tim lantas mencoba melakukan survei. Ada beberapa contoh jembatan penyeberangan yang memungkinkan untuk diaplikasikan ke kawasan Soehat. Pertama, dari The High Line di New York.

Semula, The High Line merupakan rel kereta api yang tidak digunakan. Lalu diubah oleh masyarakat dan pemerintah setempat menjadi pedestrian. Kedua adalah Halte Harmoni di Jakarta. Bentuknya relatif sederhana, tapi lebih besar. Untuk diketahui, Halte Harmoni tidak hanya digunakan untuk menyeberang. Namun juga terminal layang.

Ketiga adalah Seun City Walk di Korea Selatan. Desain pedestrian tersebut dinilai eye catching dan terdapat unsur hijau berupa tanaman di sekitarnya. Bentuk pedestrian Seun City Walk juga tidak monoton berbentuk H. Dari beberapa desain, tim terinspirasi dengan Seun City Walk.

Jika diaplikasikan, dimensi sky walk bisa sampai di depan 1-2 ruko terdekat. Hal tersebut berpotensi memberi keuntungan bagi pelaku usaha untuk memasang iklan atau sarana promosi lainnya. "Untuk dimensi panjangnya sekitar 62 meter dan lebarnya 25 meter," sambungnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang R Dandung Djulharjanto menyampaikan, rencana penataan kawasan ini dilakukan untuk membuat Soehat semakin hidup.

Baik secara lingkungan, parkir, maupun aktivitas masyarakat lainnya. "Karena itu, tahun 2025 kami membuatkan RTBL. Tindak lanjutnya nanti berupa detail engineering design (DED) penataan kawasan Soehat," beber Dandung.

Namun pihaknya masih akan melihat kembali ketersediaan anggaran. Dandung menyebut bahwa penataan kawasan Soehat merupakan gagasan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Tujuannya agar masyarakat tidak hanya berkunjung ke Kajoetangan Heritage.

Salah satu bentuk penataan ini dengan keberadaan sky walk. "Tujuannya untuk mengatasi kemacetan. Agar pejalan kaki tidak hanya menggunakan rumija untuk menyeberang, tapi bisa lewat atas," pungkas dia. (mel/dan)

Editor : A. Nugroho
#Skywalk #RTBL #DPUPRPKP #malang