MALANG KOTA – Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan. Pengiriman menu dijadwalkan mulai Senin pekan depan (23/2) dengan sejumlah penyesuaian agar makanan tetap layak konsumsi hingga waktu berbuka.
Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kota Malang Athoillah mengatakan, penyesuaian terutama diterapkan bagi siswa sekolah nonpondok. Selama Ramadan, peserta menerima makanan kemasan sehat siap santap yang dapat bertahan hingga sore hari.
”Pengirimannya tetap setiap hari, tetapi tidak ada menu basahnya. Kering tetapi dipastikan tetap sehat dan bergizi," ujar Athoillah kepada Jawa Pos Radar Malang, kemarin. Menu yang disiapkan antara lain roti, telur, abon, dan susu, sementara kurma bersifat opsional.
Distribusi MBG tetap dilakukan pada pagi hingga siang hari seperti biasa dan dapat dibawa pulang oleh siswa. Karena perubahan jenis menu, pengemasan tidak lagi menggunakan ompreng, melainkan parsel atau tote bag.
Untuk penerima MBG di lingkungan pondok pesantren, terdapat skema berbeda. Makanan dimasak pada siang hari dan didistribusikan pada sore hari untuk berbuka puasa. ”Kalau pondok pesantren MBG dimasak siang hari. Menunya makanan berat seperti hari biasa," jelasnya.
Sementara itu, sekolah dengan siswa yang tidak berpuasa tetap menerima MBG seperti hari normal dengan pendistribusian menggunakan ompreng. ”Jadi memang SPPG harus menyesuaikan kebutuhan setiap sekolah," imbuh Atho.
Selain siswa, SPPG Kota Malang juga melayani kelompok 3B dan lansia, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Jumlah penerima telah mencapai ribuan, meski belum seluruh SPPG melayani kelompok tersebut.
”SPPG melakukan pendataan apakah ada ibu hamil yang puasa. Tetapi biasanya ibu hamil dan menyusui banyak yang tidak puasa, jadi kami sesuaikan seperti hari biasa," pungkasnya. (adk/adn)
Editor : A. Nugroho