MALANG KOTA - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang mengungkap laporan orang telantar selama Ramadan.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos P3AP2KB Kota Malang Sri Umiasih mengatakan, selama lima hari Ramadan, pihaknya menerima laporan terkait adanya orang telantar. Selain itu, lanjutnya, juga laporan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). "Untuk yang telantar berjumlah lima orang, sementara sisanya tiga orang teridentifikasi ODGJ," ungkap Sri.
Orang telantar dibawa ke camp asesmen di Kampung Topeng Desaku Menanti, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang. Sedangkan ODGJ ditampung di shelter rehabilitasi. Namun karena hanya berfungsi sebagai tempat singgah, mereka hanya bisa ditampung 7 hari sampai 3 pekan.
Sembari menunggu kejelasan, dinsos melakukan asesmen dan pelacakan identitas mereka. Jika sudah ditemukan keluarga, lanjutnya, maka akan dilakukan reunifikasi atau pengembalian.
Yang menjadi kendala jika keluarga tidak mau menampung kembali. Ada pula orang-orang yang benar-benar tidak memiliki keluarga alias sebatang kara. "Tapi sampai sekarang mereka masih kami tampung," sambung perempuan yang pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinsos P3AP2KB Kota Malang tersebut.
Selain upaya reunifikasi bagi orang telantar dan ODGJ, dinsos juga memberi atensi terhadap gelandangan. Agar tidak meresahkan, mereka dirujuk ke UPT milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan Balai Besar Kementerian Sosial RI.
Di tempat-tempat itu, mereka mendapat pelatihan. Pelatihan berlangsung selama sekitar 4 bulan. Setelah dilatih, mereka diberi uang saku dan peralatan gratis untuk pengembangan diri. (mel/aff/dan)
Editor : A. Nugroho