Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Potensi Hasilkan Rp 83 Miliar, Parkir Berlangganan di Kota Malang Tak Prioritas

Mahmudan • Kamis, 26 Februari 2026 | 10:30 WIB

 

Ilustrasi parkir
Ilustrasi parkir

MALANG KOTA – Wacana parkir berlangganan sudah mencuat sejak 2019 lalu, namun tak kunjung terealisasi hingga kini. Padahal jika diberlakukan, setoran dari retribusi parkir berpotensi melonjak berlipat-lipat. Diestimasi menembus Rp 83 miliar per tahun. Sementara selama ini maksimal Rp 11 miliar per tahun.

Angka estimasi pendapatan Rp 83 miliar dihasilkan jika tarif parkir berlangganan mengadopsi Kota Medan. Malang dan Medan mempunyai kemiripan dari sisi kemajuan dan banyaknya kendaraan. Medan sudah menerapkan parkir berlangganan dengan tarif Rp 90 ribu untuk sepeda motor dan Rp 120 ribu untuk mobil.

Dengan tarif tersebut dan mengacu data jumlah kendaraan dari dinas perhubungan (Dishub) Kota Malang, pendapatan dari parkir sepeda motor diestimasi mencapai Rp 48 miliar per tahun. Itu karena ada 539.671 unit sepeda motor dan masing-masing dikenai tarif Rp 90 ribu. Sedangkan untuk mobil tercatat 274.621 unit. Jika masing-masing dipatok Rp 120 ribu per tahun, setoran yang masuk menembus Rp 35 miliar.

PARKIR BERLANGGANAN
PARKIR BERLANGGANAN

Dengan demikian, totalnya mencapai Rp 83 miliar. Jika dipotong gaji juru parkir (jukir) sekitar Rp 45 miliar per tahun, masih ada sisa Rp 38 miliar. Sayangnya, opsi tersebut belum menjadi prioritas di Kota Malang, sehingga potensi pendapatan miliaran rupiah terkunci di sektor parkir.

Kepala Bidang Perparkiran Dishub Kota Malang Rahmat Hidayat membenarkan parkir berlangganan belum menjadi prioritas. Dia menekankan perlu banyak hal yang dipersiapkan untuk pelaksanaan skema tersebut. Salah satunya penggajian juru parkir.

Rahmat menyampaikan, juru parkir di Kota Malang mencapai 2.500 jiwa. Jika parkir berlangganan diterapkan dan jukir harus digaji Rp 1,5 juta per bulan, membutuhkan biaya operasional Rp 45 miliar per tahun. "Pendapatan dari retribusi tidak semua jadi PAD. sebagian digunakan gaji jukir. Jumlahnya cukup besar," tuturnya.

Terkait kemungkinan pelaksanaan parkir berlangganan, Rahmat belum bisa memastikan hal itu. Dia masih menunggu instruksi dari pimpinan untuk menetapkan parkir berlangganan menjadi prioritas pengelolaan.

Sebagai perbandingan, realisasi retribusi parkir Kota Malang pada 2025 sekitar Rp 11 miliar. Jika diterapkan parkir berlangganan, akan bertambah lebih dari 7 kali lipat. Meskipun itu belum ada pemotongan biaya gaji jukir. (adk/mel/dan)

Editor : A. Nugroho
#dishub #malang #retribusi parkir #parkir berlangganan