MALANG KOTA - Pengerjaan Jembatan Sonokembang diperkirakan butuh waktu enam sampai tujuh bulan. Proyek senilai Rp 5 miliar itu ditarget rampung pada bulan Agustus mendatang. Saat ini, pembangunannya fokus pada pengerjaan fondasi.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang Dandung Djulharjanto menyampaikan, Jembatan Sonokembang yang baru dirancang dengan spesifikasi teknis lebih kuat. Struktur itu dirancang agar lebih bagus dibanding jembatan yang ambrol pada Oktober 2025 lalu.
Dia menjelaskan, penggunaan material pra-cetak beton dipilih untuk menjamin kualitas konstruksi. Membuat jembatan lebih stabil dan daya tahan lebih lama. Terutama terhadap beban lalu lintas dan kondisi lingkungan sekitar jembatan.
”Dengan sistem precast, kualitas struktur lebih terkontrol dan risikonya lebih kecil terhadap kerusakan di kemudian hari,” jelasnya. Secara teknis, Jembatan Sonokembang akan memiliki panjang sekitar 17 meter. Lebarnya bakal diperluas. Dari sebelumnya 5,5 meter, menjadi 9 meter.
Pelebaran tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas lalu lintas dan kenyamanan pengguna jalan. Selain itu, elevasi jembatan juga akan dinaikkan sekitar satu meter. Kenaikan permukaan jembatan itu agar selaras dengan kontur jalan dan aliran sungai di sekitarnya.
Sehingga turunannya tidak terlalu curam. ”Meninggikan permukaan jembatan juga untuk menjaga aliran air dan sampah tidak tersumbat bangunan tersebut,” tambah Dandung. Untuk menunjang keselamatan, Pemkot Malang juga merencanakan pembangunan trotoar di sisi kanan dan kiri jembatan.
Masing-masing ruas trotoar direncanakan memiliki lebar sekitar satu meter. Selama masa pembangunan, jembatan bailey yang saat ini digunakan sebagai akses sementara tetap difungsikan.
Pembongkaran jembatan sementara akan dilakukan setelah jembatan permanen selesai. ”Kemarin bailey hanya digeser untuk mempermudah pembangunan fondasi jembatan permanen,” tandasnya.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi menuturkan, pembangunan jembatan baru ini menjadi prioritas sejak akhir 2025. Dewan dan Pemkot Malang sepakat pembangunan harus berjalan awal 2026 agar segera dimanfaatkan masyarakat.
”Dua program prioritas awal tahun ini ada angkutan pelajar dan perbaikan Jembatan Sonokembang. Kami harap sesuai jadwal dan pengerjaannya sesuai spesifikasi,” tegasnya. Dia menambahkan, Pemkot Malang seharusnya mulai memeriksa kondisi jembatan lain. Tujuannya untuk meminimalkan kejadian jembatan ambrol. (adk/by)
Editor : A. Nugroho