MALANG KOTA - Proyek drainase bernilai besar bakal dikerjakan lagi di Kota Malang. Selesai di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat), dua titik lainnya kini masuk dalam rencana.
Yang pertama dari Jalan Jaksa Agung Suprapto sampai Jalan Letjen Sutoyo. Satu lagi kelanjutan drainase dari Jalan Bondowoso sampai Jalan Tidar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang R Dandung Djulharjanto mengatakan, proyek dua drainase itu sebelumnya telah diusulkan ke pemerintah pusat.
Hasilnya, dua proyek itu mendapat pendanaan dari National Urban Flood Resilience Project (NUFReP). NUFReP merupakan program dari World Bank atau Bank Dunia. Total anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 145 miliar.
”Jika sesuai dengan jadwal, pada 13 Maret nanti akan dilakukan tanda tangan kontrak dengan pihak penyedia,” kata Dandung. Seluruh proses dilakukan dan dilaksanakan langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Baca Juga: Belum Dua Bulan Sudah Tiga Kali Tergenang, Efektivitas Drainase Soehat Dipertanyakan
Setelah tanda tangan kontrak dengan penyedia, baru dilakukan proses konstruksi. Jika tak ada halangan, seluruh proses akan rampung pada 2027. Drainase di Jalan Bondowoso sampai Jalan Tidar diyakini bisa mereduksi genangan di beberapa lokasi. Seperti di Jalan Galunggung, Jalan Ijen, hingga Kelurahan Bareng.
Sementara drainase di Jalan Jaksa Agung Suprapto sampai Jalan Letjen Sutoyo bisa mereduksi genangan yang sering terjadi di Jalan Kedawung. Selain pengerjaan drainase menggunakan dana dari Bank Dunia, tahun 2026 ini juga ada proyek serupa yang dikerjakan menggunakan APBD.
”Sebagai contoh untuk drainase yang di sekitar Soehat ada di Jalan Ikan Tombro, Jalan Cumi-Cumi, dan Jalan Akordion,” sebut pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut. (mel/by)
Disunting Kembali: Diva Ayu Herdianasari
Editor : Aditya Novrian