Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Okupansi Ramadan Turun, Hotel di Malang Andalkan Paket Iftar untuk Tarik Tamu

Aditya Novrian • Senin, 9 Maret 2026 | 14:00 WIB

KREASI MENU:puluhan tamu hotel di Kota Malang menikmati buka puasa bersama kemarin (8/3). Iftar atau paket buka puasa merupakan andalan hotel agar bertahan di tengah Ramadan.
KREASI MENU:puluhan tamu hotel di Kota Malang menikmati buka puasa bersama kemarin (8/3). Iftar atau paket buka puasa merupakan andalan hotel agar bertahan di tengah Ramadan.

 

MALANG KOTA – Okupansi hotel selalu rendah setiap Ramadan. Pengelola menyiapkan berbagai cara kreatif untuk bertahan. Salah satunya melalui gelaran paket iftar atau paket berbuka puasa.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki menyampaikan, okupansi kamar selama Ramadan tahun ini tidak jauh berbeda dibandingkan tahun lalu. Rata-rata berkisar 40 persen.

"Okupansi sekarang masih rendah, 30 sampai 40 persen. Akan meningkat pada saat arus mudik," tuturnya.

Agoes menyampaikan, Ramadan identik dengan low season. Oleh karena itu, hotel di Kota Malang sudah beradaptasi dengan menghadirkan berbagai program dan penawaran. Khususnya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat selama bulan suci.

Salah satu strategi utama yang diandalkan adalah memaksimalkan potensi dari sektor makanan dan minuman (mamin). Yaitu melalui penyediaan paket iftar. Program ini diyakini efektif menyedot kunjungan, baik dari tamu yang menginap maupun masyarakat umum.

Selain itu, dia mengatakan, hotel-hotel juga menawarkan berbagai promo kamar dengan harga yang lebih kompetitif. Diskon tarif, paket bundling, hingga promo menginap bertema Ramadan menjadi daya tarik tersendiri. Khususnya bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana berbeda selama bulan puasa.

"Praktis, selama Ramadan kami menggantungkan dari program iftar. Hal itu harus digarap serius oleh pengelola hotel supaya target pendapatan tetap tercapai,” tutur Agoes.

Dia menambahkan, minat masyarakat berbuka bersama di hotel terus meningkat setiap tahunnya. Bersamaan dengan menjamurnya pengguna media sosial.

"Promosi saat ini bisa semakin gencar. Selain itu, buka puasa di hotel tidak ribet, karena sistemnya AYCE (all you can eat)," ungkap Agoes.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi mengatakan, Ramadan membuat wisatawan mengurangi bepergian. Sebab mereka harus melakukan persiapan untuk mudik.

Selama Ramadan, lanjutnya, sektor yang paling dicari adalah kuliner dan pasar takjil. Sehingga langkah hotel mengandalkan program iftar merupakan keputusan yang tepat.

"Pelaku usaha harus beradaptasi dengan kondisi. Hotel di Kota Malang terbukti mampu berinovasi selama low season," tandas Baihaqi.(adk/dan)

 

Disunting kembali oleh: Anna Tasya Enzelina

Editor : Aditya Novrian
#Okupansi #Iftar #hotel malang