Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Problem WTP Berlanjut, Dewan Ultimatum PJT I dan Harapkan Ada Evaluasi Setiap 3 Bulan

Galih R Prasetyo • Kamis, 12 Maret 2026 | 09:41 WIB

BELUM BEROPERASI MAKSIMAL: Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air Sungai Bango jadi sorotan akibat terjadi gangguan setiap bulan.
BELUM BEROPERASI MAKSIMAL: Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air Sungai Bango jadi sorotan akibat terjadi gangguan setiap bulan.

 

 

MALANG KOTA - Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air Sungai Bango kembali bermasalah. Problem itu jadi sorotan DPRD Kota Malang. Lembaga legislatif tingkat daerah itu ingin problem tersebut segera terselesaikan.

Sebelumnya, WTP terkendala menjelang peresmian. Proyek itu sebenarnya sudah rampung sejak tahun 2023. Namun peresmian tertunda hingga dua tahun. Fasilitas itu baru launching pada Agustus tahun lalu.

Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji menyebut, gangguan operasional WTP Bango hampir terjadi setiap bulan sejak awal operasional. Kondisi ini memicu banyak keluhan dari masyarakat maupun pengelola perumahan. Karena terdampak gangguan distribusi air.

”Janjinya 200 liter per detik sering tidak ditepati. Alasannya karena terkendala alam,” ujarnya. Menurutnya, seharusnya hal ini tidak menjadi alasan. Produksi yang tidak sesuai kesepakatan itu membuktikan PJT (Perum Jasa Tirta) tidak siap dalam operasional WTP.

Bayu menjabarkan, WTP di Gresik bisa jadi salah satu contohnya. Menurutnya, sangat jarang mengalami gangguan. Karena itu, dia berharap ada evaluasi dan perbaikan segera mungkin.

Saat tidak ada evaluasi, dewan telah mengultimatum ada konsekuensi yang diterima PJT. Pertama yaitu berupa sanksi denda hingga potensi penghentian kerja sama. ”Kalau langsung memutus PKS (perjanjian kerja sama) tentu berat karena kontraknya masih berjalan. (Tapi) kalau perlu tiga bulan atau enam bulan sekali dievaluasi supaya ada titik tengah,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Vice President Pengembangan Bisnis PJT I Didik Ardianto mengatakan, beberapa gangguan operasional terjadi akibat kondisi sumber air Sungai Bango yang dipengaruhi cuaca. Menurutnya, saat hujan deras debit sungai meningkat dan membawa banyak sampah serta sedimen yang dapat menutup saluran intake.

”Sedimen sempat menutup intake sehingga air tidak bisa masuk ke instalasi pengolahan,” jelas Didik. Dia menambahkan, dalam kondisi tertentu operator harus menghentikan sementara produksi air sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Untuk menjaga kualitas air yang dihasilkan.

Demi mengatasi masalah tersebut, PJT I melakukan perawatan rutin. Mulai dari pemeriksaan harian hingga pembersihan sedimen secara berkala. Termasuk dengan menurunkan tim penyelam untuk membersihkan endapan di area intake sungai. ”Sekarang operasional WTP sudah kembali normal,” pungkasnya. (adk/gp)

Editor : A. Nugroho
#dprd kota malang #WTP #malang #perum jasa tirta