JawaPos.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar telah menyelesaikan penyortiran dan pelipatan kertas surat suara untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Terutama utuk pemilihan calon anggota DPR RI. Hasilnya, ditemukan sekitar 800 sura suara rusak. “Akumulasinya (surat suara rusak) belum ada. Tapi berkisar 800 hingga seribuan lebih,” kata Komisoner KPU Makassar Gunawan Mashar, Sabtu (16/3).

Kerusakan surat suara umumnya karena kertas kusut, bercak noda tinta, dan cetakan yang menembus ke bagian belakang. Seluruh surat suara yang rusak akan dimusnahkan secara terbuka mejelang pemungutan suara. Atau paling lambat sehari sebelum pemungutan suara pada 17 April 2019.

Sejauh ini, KPU Makassar belum mengajukan penggantian karena terdapat cadangan 2 persen dari total surat suara. Permintaan penggantian hanya dilakukan bila surat suara kurang dari jumlah daftar pemilih tetap. “Akan kami laporkan dulu ke KPU RI. Karena tender percetakan dilakukan secara nasional,” jelasnya.

KPU Makassar melibatkan sekitar 600 relawan dalam proses sortir dan pelipatan 987 ribu lebih sura suara Caleg DPR RI. Sedangkan kertas untuk Pemilihan Presiden, Caleg DPRD Provinsi, DPRD Kota, dan DPD, belum diterima dari percetakan.

Ketua KPU Makassar Farid Wajdi mengatakan, pihaknya berencana berkonsultasi kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk memastikan jumlah surat suara rusak. Konsultasi diperlukan agar kedua pihak sepaham mengenai penggolongan kertas rusak. “Kami ingin satu meja dulu dengan Bawaslu untuk kesamapahaman, sebelum kami laporkan jumlah surat suara yang rusak,” ujar Farid.

Tahap awal, KPU Makassar memang menyortir dan melipat surat suara untuk pemilihan calon anggota DPR RI. Itu sesuai dengan jenis kertas yang lebih dulu datang dari percetakan di Surabaya, Jawa Timur.

KPU Makassar belum mengonfirmasi kapan surat suara lainnya tiba dari percetakan. Surat suara untuk Pemilihan Presiden juga dicetak di Surabaya. “Yang dicetak di sini (Makassar) ada tiga. Yaitu DPRD Provinsi, DPRD Kota, dan DPD,” terangnya.

Editor           : Sofyan Cahyono

Reporter      : Sahrul Ramadan