KOTA BATU – Tahapan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2019 di Kota Batu terus bergulir. Namun, KPU Kota Batu masih direpotkan dengan keterbatasan personel yang akan bertugas di tempat pemungutan suara (TPS). Karena dengan adanya penambahan TPS, juga membuat jumlah petugas saat coblosan meningkat.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) pemantapan skema pengamanan dan kelengkapan petugas di kantor KPU Kota Batu Selasa (18/12) kemarin. Ketua KPU Kota Batu Saifudin Zuhri menjelaskan, dengan bertambahnya jumlah TPS di Kota Batu, membuat jumlah personel yang bertugas semakin banyak. Saat Pilgub Jatim 2018 lalu, jumlahnya sebanyak 411 TPS. Sementara pada Pemilu 2019 menjadi 775 TPS. ”Untuk petugas keamanan di masing-masing TPS sudah clear. Kita sudah merekrut petugas keamanan untuk tambahan TPS yang baru,” ucapnya.

Hanya saja, dengan bertambahnya TPS juga membuat KPU harus menambah petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan juga anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK).  Untuk penambahan anggota PPK, sudah direkrut November lalu. ”Sebelumnya kan ada sembilan anggota PPK, kini sudah bertambah menjadi 15 anggota. Hanya untuk anggota KPPS, kami masih harus kerja keras untuk mencari tambahannya,” ujarnya.

Selain itu, KPU Kota Batu juga masih menambah personel yang menjadi saksi di masing-masing TPS. ”Upaya menambah saksi itulah yang saat ini masih kami pikirkan,” imbuhnya. Karena saat ini mencari tambahan petugas saksi pemilu diakui lumayan sulit. Apalagi saat ini, parpol peserta pemilu juga tengah getol merekrut saksi.

Menurut Saifudin, bukan tidak mungkin Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kementerian Dalam Negeri Kota Batu akan menarik relawan untuk menjadi saksi. ”Kami butuh 7 orang saksi di masing-masing TPS. Jadi, totalnya butuh 5.245 saksi. Itu pun kalau saksi yang sebelumnya masih mau. Kalau mereka tidak mau, ya harus nyari lagi,” ucapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan petugas di TPS, KPU Kota Batu berencana melakukan koordinasi dengan RT dan RW setempat. ”Kami akan koordinasikan para pemuda dan juga ketua RT dan RW. Supaya mereka bisa membantu menjadi petugas KPPS,” terangnya.

Pewarta: Moh Badar Risqullah
Copy Editor: Amalia
Penyunting: Ahmad Yani
Foto: Moh Badar Risqullah