alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 1 October 2022

Tindak Pencurian Tanaman Belum Reda

KOTA BATU – Sejak bulan Juli hingga beberapa hari lalu, kasus pencurian tanaman masih saja terjadi di Kota Batu. Seperti disampaikan Setyo Andi, salah satu penjual tanaman di Jalan Bukit Berbunga, Desa Sidomulyo, Kota Batu.

Kepada koran ini, dia mengaku sudah empat kali menjadi korban pencurian. ”Yang terbaru, pekan lalu ada tiga tanaman saya yang dicuri,” kata dia. Tanaman yang dicuri itu berjenis bluemark varigata. Harga per potnya mencapai Rp 150 ribu. Dari analisisnya, kasus pencurian umumnya dilakukan pada malam hari. Meski begitu, Setyo juga mengaku pernah kehilangan tanaman di pagi hari. ”Kios saya kan cukup lebar. Jadi terkadang saya tidak bisa memantau tanaman di bagian depan. Saat itu saya cek ternyata tanaman bluemarkvarigata yang seharga Rp 1,5 juta sudah hilang dan tersisa potnya saja,” kisah dia. 

Dari empat kasus pencurian yang terjadi di tempatnya, Setyo memperkirakan bila dia mengalami kerugian Rp 12 juta. Sebagai langkah antisipasi, saat ini dia melakukan pemasangan pagar keliling di kiosnya. Dia juga lebih intensif melakukan pengecekan kios di malam hari. ”Yang namanya maling itu ya banyak akalnya. Saya sampai heran, ini maling kalau mencuri tidak hanya tanaman saja, tapi media tanam dan pot juga,” tambahnya. 

Sementara itu, pencurian tanaman juga kerap terjadi di Pasar Sekar Mulyo, Kecamatan Bumiaji. Siti Aisyah, salah satu penjual di sana mengaku penah kehilangan tanaman jenis begonia maculate, yang daunnya bermotif polkadot. ”Kejadiannya memang sudah sebulan lalu, tetapi saya geram dengan aksi pencurian itu. Soalnya saat itu 10 pot begonia polkadot yang hilang, hanya tersisa potnya saja,” kata dia. 

Toni, Ketua Kelompok Tani Sekar Mulyo juga membenarkan bila di sana masih sering terjadi aksi pencurian tanaman. ”Di sini ada 84 penjual tanaman di area Pasar Sekar Mulyo dan sekitarnya. Hampir semua penjual pernah kehilangan tanamannya,” kata dia. 

Langkah antisipasi sudah dilakukan pihaknya. Salah satunya dengan melakukan pemasangan CCTV. ”Ya, memang di sini ada CCTV. Kami selaku kelompok tani juga sudah melaporkan ke pihak-pihak terkait. Namun, ya tindak lanjutnya belum ada yang bisa mengungkap,” kata dia. Kelompok Tani Sekar Mulyo sampai membentuk tim penjagaan malam secara bergiliran. (ifa/by)

KOTA BATU – Sejak bulan Juli hingga beberapa hari lalu, kasus pencurian tanaman masih saja terjadi di Kota Batu. Seperti disampaikan Setyo Andi, salah satu penjual tanaman di Jalan Bukit Berbunga, Desa Sidomulyo, Kota Batu.

Kepada koran ini, dia mengaku sudah empat kali menjadi korban pencurian. ”Yang terbaru, pekan lalu ada tiga tanaman saya yang dicuri,” kata dia. Tanaman yang dicuri itu berjenis bluemark varigata. Harga per potnya mencapai Rp 150 ribu. Dari analisisnya, kasus pencurian umumnya dilakukan pada malam hari. Meski begitu, Setyo juga mengaku pernah kehilangan tanaman di pagi hari. ”Kios saya kan cukup lebar. Jadi terkadang saya tidak bisa memantau tanaman di bagian depan. Saat itu saya cek ternyata tanaman bluemarkvarigata yang seharga Rp 1,5 juta sudah hilang dan tersisa potnya saja,” kisah dia. 

Dari empat kasus pencurian yang terjadi di tempatnya, Setyo memperkirakan bila dia mengalami kerugian Rp 12 juta. Sebagai langkah antisipasi, saat ini dia melakukan pemasangan pagar keliling di kiosnya. Dia juga lebih intensif melakukan pengecekan kios di malam hari. ”Yang namanya maling itu ya banyak akalnya. Saya sampai heran, ini maling kalau mencuri tidak hanya tanaman saja, tapi media tanam dan pot juga,” tambahnya. 

Sementara itu, pencurian tanaman juga kerap terjadi di Pasar Sekar Mulyo, Kecamatan Bumiaji. Siti Aisyah, salah satu penjual di sana mengaku penah kehilangan tanaman jenis begonia maculate, yang daunnya bermotif polkadot. ”Kejadiannya memang sudah sebulan lalu, tetapi saya geram dengan aksi pencurian itu. Soalnya saat itu 10 pot begonia polkadot yang hilang, hanya tersisa potnya saja,” kata dia. 

Toni, Ketua Kelompok Tani Sekar Mulyo juga membenarkan bila di sana masih sering terjadi aksi pencurian tanaman. ”Di sini ada 84 penjual tanaman di area Pasar Sekar Mulyo dan sekitarnya. Hampir semua penjual pernah kehilangan tanamannya,” kata dia. 

Langkah antisipasi sudah dilakukan pihaknya. Salah satunya dengan melakukan pemasangan CCTV. ”Ya, memang di sini ada CCTV. Kami selaku kelompok tani juga sudah melaporkan ke pihak-pihak terkait. Namun, ya tindak lanjutnya belum ada yang bisa mengungkap,” kata dia. Kelompok Tani Sekar Mulyo sampai membentuk tim penjagaan malam secara bergiliran. (ifa/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/