21.3 C
Malang
Friday, 3 February 2023

Maling Bawa Kabur Ponsel Jamaah Masjid

MALANG KOTA – Masjid masih saja menjadi sasaran para maling. Bukan hanya sandal dan kotak amal, barang milik orang yang datang ke tempat ibadah pun menjadi sasaran. Contohnya yang terjadi di beranda Masjid Jami’ NU Blimbing. Ponsel milik orang yang tertidur di beranda masjid itu dibawa kabur pencuri.

Aksi pencurian itu terekam kamera CCTV masjid dan viral setelah diunggah akun Instagram @informasi_malangraya pada 3 Desember 2022. Dalam video yang berdurasi 44 detik itu, terlihat seorang lelaki berkeliling beranda masjid yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, samping gedung Malang Creative Center (MCC) itu. Pria itu mengenakan jaket hitam dan celana panjang warna krem.

Pada detik ke-34, pria itu mengambil sebuah ponsel yang sedang di-charge di atas lemari kotak amal gantung di tembok sisi selatan masjid. Setelah itu dia langsung menghilang. Sekretaris Takmir Masjid Jami’ NU Blimbing Sukandar menjelaskan, pencurian itu sebenarnya terjadi pada Kamis, 1 Desember 2022. Tepatnya setelah waktu salat asar.

”Korban sempat azan asar di sini. Setelah salat dia tertidur di luar karena kelelahan. Habis mendorong sepeda motornya yang kehabisan bensin,” terang pria 71 tahun itu. Sukandar lupa siapa nama korban tersebut. Yang dia ingat, korban masih berusia sekitar 25 tahun, berdomisili di Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing dan kuliah rutin di sebuah universitas swasta di Kota Blitar.

Sebelum tidur dia men-charge ponselnya di atas kotak amal. Tapi ponsel itu hilang diambil seseorang. “Pelakunya terekam CCTV. Perawakannya seperti usia 45 sampai 50 tahun. Sebelum mencuri ponsel, dia purapura iktikaf di dalam masjid,” imbuh dia. Setelah mencuri ponsel, pelaku pergi jalan kaki ke arah utara atau menuju daerah Kemirahan.

Setelah menyadari ponselnya hilang, korban memang sempat melapor ke takmir masjid. Video aksi pencurian itu baru diketahui setelah waktu salat Isya. Kepada Sukandar, korban mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 3 juta. Sukandar menyebut pihak masjid sudah menawarkan rekaman CCTV tersebut untuk dijadikan barang bukti laporan ke polisi. ”Tapi yang bersangkutan bilang dia sudah mengikhlaskan. Korban juga masih punya satu ponsel lagi yang disimpan di dalam tasnya,” tutup Sukandar. (biy/fat)

MALANG KOTA – Masjid masih saja menjadi sasaran para maling. Bukan hanya sandal dan kotak amal, barang milik orang yang datang ke tempat ibadah pun menjadi sasaran. Contohnya yang terjadi di beranda Masjid Jami’ NU Blimbing. Ponsel milik orang yang tertidur di beranda masjid itu dibawa kabur pencuri.

Aksi pencurian itu terekam kamera CCTV masjid dan viral setelah diunggah akun Instagram @informasi_malangraya pada 3 Desember 2022. Dalam video yang berdurasi 44 detik itu, terlihat seorang lelaki berkeliling beranda masjid yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, samping gedung Malang Creative Center (MCC) itu. Pria itu mengenakan jaket hitam dan celana panjang warna krem.

Pada detik ke-34, pria itu mengambil sebuah ponsel yang sedang di-charge di atas lemari kotak amal gantung di tembok sisi selatan masjid. Setelah itu dia langsung menghilang. Sekretaris Takmir Masjid Jami’ NU Blimbing Sukandar menjelaskan, pencurian itu sebenarnya terjadi pada Kamis, 1 Desember 2022. Tepatnya setelah waktu salat asar.

”Korban sempat azan asar di sini. Setelah salat dia tertidur di luar karena kelelahan. Habis mendorong sepeda motornya yang kehabisan bensin,” terang pria 71 tahun itu. Sukandar lupa siapa nama korban tersebut. Yang dia ingat, korban masih berusia sekitar 25 tahun, berdomisili di Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing dan kuliah rutin di sebuah universitas swasta di Kota Blitar.

Sebelum tidur dia men-charge ponselnya di atas kotak amal. Tapi ponsel itu hilang diambil seseorang. “Pelakunya terekam CCTV. Perawakannya seperti usia 45 sampai 50 tahun. Sebelum mencuri ponsel, dia purapura iktikaf di dalam masjid,” imbuh dia. Setelah mencuri ponsel, pelaku pergi jalan kaki ke arah utara atau menuju daerah Kemirahan.

Setelah menyadari ponselnya hilang, korban memang sempat melapor ke takmir masjid. Video aksi pencurian itu baru diketahui setelah waktu salat Isya. Kepada Sukandar, korban mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 3 juta. Sukandar menyebut pihak masjid sudah menawarkan rekaman CCTV tersebut untuk dijadikan barang bukti laporan ke polisi. ”Tapi yang bersangkutan bilang dia sudah mengikhlaskan. Korban juga masih punya satu ponsel lagi yang disimpan di dalam tasnya,” tutup Sukandar. (biy/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/