alexametrics
28.8 C
Malang
Saturday, 13 August 2022

Bangku Kajoetangan Dicuri, DLH Lacak via CCTV

MALANG KOTA – Tangan-tangan jahil pencuri merambah kawasan Kajoetangan Heritage. Mereka sama sekali tak takut mencuri fasilitas publik yang ukurannya lumayan besar. Satu bangku di kawasan yang menjadi icon baru kota malang itu mereka bawa kabur. Kasus itu melengkapi rentetan pencurian barang-barang fasilitas publik, setelah sebelumnya 11 saringandrainase di Alun-Alun Malang juga hilang dua pekan lalu.

Satu bangku yang hilang itu tepat berada di seberang kafe Lafayette. Kejadian ini baru diketahui petugas DLH kemarin  pagi(7/7). Kejadian itu  membuat sejumlah warga menanyakan motif pencuri mengambil bangku di jalur pedestrian tersebut.

Suyitno, salah seorang warga sempat memotret lokasi bangku yang dicuri.Dia menyayangkan aset pemkot harus dicuri oleh oknum tak bertanggung jawab.

”Padahal bangku sudah ditanam dengan mur dan baut, kok masih  bisa saja dicopot (dicuri)?” tanya dia.

Tak hanya itu saja, Suyitno juga menanyakan kualitas bangku yang dipasang tersebut.Kayu bangku di Kajoetangan Heritage dinilai olehnya terlalu ringkih.Akibatnya, beberapa kayu bangku di sana mulai ada yang lepas.

Menanggapi kejadian itu, Kepala DLH Kota Malang Wahyu Setianto menyayangkan aksi pencurian bangku taman tersebut. Dia juga baru mengetahui saat pagi hari setelah ada laporan dari pegawai yang bertugas di kawasan itu.Wahyu bertekad mencari pelaku pencurian itu, termasuk dengan cara menggunakanfasilitas rekaman CCTV.”Di sana ada CCTV dari pemilik kafe dan milik diskominfo (dinas komunikasi dan informatika), kami akan cari buktinya dulu,” tegasnya.

Wahyu menjelaskan, pemasangan kursi tanam dengan metode sekrup tersebut dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemen-PUPR) pada tahun lalu. Sebelumnya, Wahyu sudah sempat mengkhawatirkan jika dipasang seperti ituakan mudah dilepas dan diambil orang.

Benar saja, kini satu bangku telah lenyap diambil orang.Bahkan Wahyu juga menilai kualitas bangkunya kurang bagus jika dibanding di Jalan Raya Ijen.Sebab, bangku di Jalan Raya Ijen sudah dipasang secara permanen.

Untuk penggantian bangku yang hilang, Wahyu mengaku tidak akanbisa dilakukan dalam waktu cepat. Pihaknya perlu melakukan pengadaan yang harus diusulkan pada perubahan anggaran keuangan (PAK) Agustusmendatang . DLH tak hanya mengganti satu bangku, tetapi akan melakukan perawatan dan penggantian bangku yang sudah tak layak.”Kalau sekarang kita tidak ada anggaran. Seandainya ada stok, ya kami langsung ganti,” tandasnya.(and/fat)

MALANG KOTA – Tangan-tangan jahil pencuri merambah kawasan Kajoetangan Heritage. Mereka sama sekali tak takut mencuri fasilitas publik yang ukurannya lumayan besar. Satu bangku di kawasan yang menjadi icon baru kota malang itu mereka bawa kabur. Kasus itu melengkapi rentetan pencurian barang-barang fasilitas publik, setelah sebelumnya 11 saringandrainase di Alun-Alun Malang juga hilang dua pekan lalu.

Satu bangku yang hilang itu tepat berada di seberang kafe Lafayette. Kejadian ini baru diketahui petugas DLH kemarin  pagi(7/7). Kejadian itu  membuat sejumlah warga menanyakan motif pencuri mengambil bangku di jalur pedestrian tersebut.

Suyitno, salah seorang warga sempat memotret lokasi bangku yang dicuri.Dia menyayangkan aset pemkot harus dicuri oleh oknum tak bertanggung jawab.

”Padahal bangku sudah ditanam dengan mur dan baut, kok masih  bisa saja dicopot (dicuri)?” tanya dia.

Tak hanya itu saja, Suyitno juga menanyakan kualitas bangku yang dipasang tersebut.Kayu bangku di Kajoetangan Heritage dinilai olehnya terlalu ringkih.Akibatnya, beberapa kayu bangku di sana mulai ada yang lepas.

Menanggapi kejadian itu, Kepala DLH Kota Malang Wahyu Setianto menyayangkan aksi pencurian bangku taman tersebut. Dia juga baru mengetahui saat pagi hari setelah ada laporan dari pegawai yang bertugas di kawasan itu.Wahyu bertekad mencari pelaku pencurian itu, termasuk dengan cara menggunakanfasilitas rekaman CCTV.”Di sana ada CCTV dari pemilik kafe dan milik diskominfo (dinas komunikasi dan informatika), kami akan cari buktinya dulu,” tegasnya.

Wahyu menjelaskan, pemasangan kursi tanam dengan metode sekrup tersebut dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemen-PUPR) pada tahun lalu. Sebelumnya, Wahyu sudah sempat mengkhawatirkan jika dipasang seperti ituakan mudah dilepas dan diambil orang.

Benar saja, kini satu bangku telah lenyap diambil orang.Bahkan Wahyu juga menilai kualitas bangkunya kurang bagus jika dibanding di Jalan Raya Ijen.Sebab, bangku di Jalan Raya Ijen sudah dipasang secara permanen.

Untuk penggantian bangku yang hilang, Wahyu mengaku tidak akanbisa dilakukan dalam waktu cepat. Pihaknya perlu melakukan pengadaan yang harus diusulkan pada perubahan anggaran keuangan (PAK) Agustusmendatang . DLH tak hanya mengganti satu bangku, tetapi akan melakukan perawatan dan penggantian bangku yang sudah tak layak.”Kalau sekarang kita tidak ada anggaran. Seandainya ada stok, ya kami langsung ganti,” tandasnya.(and/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/