24.7 C
Malang
Tuesday, 6 December 2022

Pelaku Pembunuhan Songgoriti Dikenal Tak Waras

BATU – Motif pembunuhan yang menghebohkan Songgoriti pada Kamis (6/10) masih belum terungkap secara gamblang. Namun informasi dari sejumlah warga di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang tempat tinggal Amin, 39, pelaku pembunuhan, sosok Amin dikenal sebagai pemuda yang tidak genap alias stres.

Sehingga dia berani nekat membunuh Felistiara Enggar Kasuarina, 31, warga Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi di Vila Samitomo milik Yofa di Gang Macan Jalan Arumdalu RT 2/ RW 2, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, Kamis (6/10). “Itu orang stres Mas,” kata seorang warga di Pakis, Jumat (7/10).

Melihat pelaku punya riwayat gangguan mental, maka berbagai prediksi muncul terkait peristiwa tersebut. Besar kemungkinan pelaku emosi atau tersinggung saat berkomunikasi dengan korban selama di dalam kamar. Sedangkan terkait sosok Felistiara diduga sebagai wanita panggilan yang sering beroperasi di Songgoriti. Antara pelaku dan korban sebelumnya tidak saling mengenal.

Kasat Reskrim Polres Batu yang dikonfirmasi terkait hasil pemeriksaan terhadap pelaku belum mau berkomentar. Alasannya masih didalami.

Terpisah, Lurah Songgokerto Arsyam Dhian Ramadhan mengatakan, kasus tersebut memang sangat mengagetkan. Karena selama ini tidak pernah terjadi. Dia menceritakan, berdasarkan keterangan warganya, setelah pelaku membunuh, sempat mengancam pemilik vila. Setelah mengancam dia mau melarikan diri. “Tetapi dipergoki warga dan akhirnya ditangkap bersama pihak kepolisian,” ungkap Ramadhan yang mengaku meninjau langsung lokasi dan menyaksikan proses olah TKP.

Ditanya soal hubungan pelaku dengan korban (Felistiara Enggar Kasuarina) menurut dia, masih menjadi tanda tanya masyarakat. Apakah ada hubungan tertentu atau tidak? “Saya yakin pasti pihak kepolisian akan mengungkapnya nanti,” jelasnya.

Ramadhan juga mengatakan, pada Kamis (6/10) malam, telah dilakukan pertemuan dengan Koramil, Polsek, RT, RW, dan warga untuk evaluasi dan mencari solusi untuk memperbaiki permasalahan tersebut.

“Sudah menjadi aturan sejak lama bahwa siapapun atau orang asing di bawah umur 17 tahun tidak diperbolehkan menginap. Sedangkan, usia 17 tahun ke atas harus meninggalkan KTP atau SIM kepada pemilik vila. Sebab, dari RT dan RW akan melaporkan kepada lurah. Bahkan, Lurah akan melaporkan ke camat, dan sinerginya urut,” kata Rama.

Atas peristiwa ini Ramadhan berpesan kepada para pemilik vila agar tidak trauma dengan kejadian ini. Yang dia ketahui, saat itu yang menjaga adalah adik dari pemilik vila. Ramadhan sudah berpesan agar kejadian ini disampaikan kepada kakaknya. “Mohon diperbaiki lagi untuk lebih dekat dengan wilayahnya. Memang yang nekat itu adalah pelaku, sudah tahu lokasi tersebut ramai karena persimpangan,” tegasnya lagi.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Vila Kota Batu Indra Tri Ariyono mengatakan, dengan adanya tragedi ini tak membuat perubahan berarti bagi vila di kawasan Songgoriti. “Kami mengimbau kepada pemilik vila untuk lebih waspada ketika menerima tamu. Lebih hati-hati saja dan tetap wajib meminta identitas KTP tamu,” tutupnya. (Ifa/adk/lid)

BATU – Motif pembunuhan yang menghebohkan Songgoriti pada Kamis (6/10) masih belum terungkap secara gamblang. Namun informasi dari sejumlah warga di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang tempat tinggal Amin, 39, pelaku pembunuhan, sosok Amin dikenal sebagai pemuda yang tidak genap alias stres.

Sehingga dia berani nekat membunuh Felistiara Enggar Kasuarina, 31, warga Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi di Vila Samitomo milik Yofa di Gang Macan Jalan Arumdalu RT 2/ RW 2, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, Kamis (6/10). “Itu orang stres Mas,” kata seorang warga di Pakis, Jumat (7/10).

Melihat pelaku punya riwayat gangguan mental, maka berbagai prediksi muncul terkait peristiwa tersebut. Besar kemungkinan pelaku emosi atau tersinggung saat berkomunikasi dengan korban selama di dalam kamar. Sedangkan terkait sosok Felistiara diduga sebagai wanita panggilan yang sering beroperasi di Songgoriti. Antara pelaku dan korban sebelumnya tidak saling mengenal.

Kasat Reskrim Polres Batu yang dikonfirmasi terkait hasil pemeriksaan terhadap pelaku belum mau berkomentar. Alasannya masih didalami.

Terpisah, Lurah Songgokerto Arsyam Dhian Ramadhan mengatakan, kasus tersebut memang sangat mengagetkan. Karena selama ini tidak pernah terjadi. Dia menceritakan, berdasarkan keterangan warganya, setelah pelaku membunuh, sempat mengancam pemilik vila. Setelah mengancam dia mau melarikan diri. “Tetapi dipergoki warga dan akhirnya ditangkap bersama pihak kepolisian,” ungkap Ramadhan yang mengaku meninjau langsung lokasi dan menyaksikan proses olah TKP.

Ditanya soal hubungan pelaku dengan korban (Felistiara Enggar Kasuarina) menurut dia, masih menjadi tanda tanya masyarakat. Apakah ada hubungan tertentu atau tidak? “Saya yakin pasti pihak kepolisian akan mengungkapnya nanti,” jelasnya.

Ramadhan juga mengatakan, pada Kamis (6/10) malam, telah dilakukan pertemuan dengan Koramil, Polsek, RT, RW, dan warga untuk evaluasi dan mencari solusi untuk memperbaiki permasalahan tersebut.

“Sudah menjadi aturan sejak lama bahwa siapapun atau orang asing di bawah umur 17 tahun tidak diperbolehkan menginap. Sedangkan, usia 17 tahun ke atas harus meninggalkan KTP atau SIM kepada pemilik vila. Sebab, dari RT dan RW akan melaporkan kepada lurah. Bahkan, Lurah akan melaporkan ke camat, dan sinerginya urut,” kata Rama.

Atas peristiwa ini Ramadhan berpesan kepada para pemilik vila agar tidak trauma dengan kejadian ini. Yang dia ketahui, saat itu yang menjaga adalah adik dari pemilik vila. Ramadhan sudah berpesan agar kejadian ini disampaikan kepada kakaknya. “Mohon diperbaiki lagi untuk lebih dekat dengan wilayahnya. Memang yang nekat itu adalah pelaku, sudah tahu lokasi tersebut ramai karena persimpangan,” tegasnya lagi.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Vila Kota Batu Indra Tri Ariyono mengatakan, dengan adanya tragedi ini tak membuat perubahan berarti bagi vila di kawasan Songgoriti. “Kami mengimbau kepada pemilik vila untuk lebih waspada ketika menerima tamu. Lebih hati-hati saja dan tetap wajib meminta identitas KTP tamu,” tutupnya. (Ifa/adk/lid)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/