alexametrics
28 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Gelapkan Rp 1,7 M, Manajer KSU Lumbung Artho Berstatus Buron

MALANG KOTA – Polresta Malang Kota menetapkan Soedarsono, 57, warga Jalan Pahlawan Trip Taman Ijen B-16, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Klojen Kota Malang masuk daftar pencarian orang (DPO) atau buron. Penyebabnya, pria yang disapa Mboen ini dilaporakan telah menggondol uang Rp 1,7 miliar milik salah satu rekanan. Mboen merupakan manajer Koperasi Serba Usaha Lumbung Artho di Jalan Letjen Sutoyo Nomor 8-A Kota Malang

Dengan jabatannya itu, dia menggaet investor untuk menanam investasi di usahanya. Dengan mengaku sebagai pemilik KSU tersebut, Mboen memperdayai rekanan hingga setor sampai Rp 1,7 miliar. Duit itu terkumpul sejak 2018. Belakangan, salah satu korban yang merasa dikibuli Mboen melapor ke Polresta.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Bayu Febrianto Prayoga menjelaskan kepada Radar Malang, tindak penipuan yang dilakukan oleh Mboen itu dilakukan sejak 2018. Motifnya adalah investasi dengan strategi yang sama yakni mengaku sebagai pimpinan perusahaan Lumbung Astho. “Hal itu ia lakukan agar korbannya percaya,” ujar pria yang akrab siapa Bayu itu. Bayu menyampaikan jika sebenarnya korban lebih dari satu orang. Namun, saat ini pihaknya masih mendalami satu korban yakni yang melaporkan saja. “Jadi total kerugian mencapai Rp 1,7 miliar itu bersumber dari satu korban saja,” ungkapnya. Bayu menyebut telah melakukan pemanggilan sebanyak dua kali tetapi tidak pernah dipenuhi.

Untuk itu tersangka yang ditetapkan sejak awal Mei lalu itu saat ini masuk sebagai DPO. Sampai saat ini Bayu dan jajarannya tengah melakukan penyebarluasan informasi terkait pencarian tersangka tersebut melalui beragam media. Pihaknya juga menghimau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak berwajib jika mengetahui keberadaan tersangka saat ini. “Terakhir kami mendapat informasi bahwa tersangka memiliki rumah di daerah Villa Bukit Tidar. Saat ini masih kami selidiki,” terangnya.

Untuk sementara belum ada aset tersangka yang diamankan oleh pihak kepolisian. Sebab, saat ini petugas masih fokus dalam melakukan pencarian terhadap keberadaan tersangka. “Saat ini pencarian kami masih bersifat koordinasi,” imbuhnya. Namun, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak imigrasi terkait potensi pelarian diri ke luar negeri. (dre/abm)

MALANG KOTA – Polresta Malang Kota menetapkan Soedarsono, 57, warga Jalan Pahlawan Trip Taman Ijen B-16, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Klojen Kota Malang masuk daftar pencarian orang (DPO) atau buron. Penyebabnya, pria yang disapa Mboen ini dilaporakan telah menggondol uang Rp 1,7 miliar milik salah satu rekanan. Mboen merupakan manajer Koperasi Serba Usaha Lumbung Artho di Jalan Letjen Sutoyo Nomor 8-A Kota Malang

Dengan jabatannya itu, dia menggaet investor untuk menanam investasi di usahanya. Dengan mengaku sebagai pemilik KSU tersebut, Mboen memperdayai rekanan hingga setor sampai Rp 1,7 miliar. Duit itu terkumpul sejak 2018. Belakangan, salah satu korban yang merasa dikibuli Mboen melapor ke Polresta.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Bayu Febrianto Prayoga menjelaskan kepada Radar Malang, tindak penipuan yang dilakukan oleh Mboen itu dilakukan sejak 2018. Motifnya adalah investasi dengan strategi yang sama yakni mengaku sebagai pimpinan perusahaan Lumbung Astho. “Hal itu ia lakukan agar korbannya percaya,” ujar pria yang akrab siapa Bayu itu. Bayu menyampaikan jika sebenarnya korban lebih dari satu orang. Namun, saat ini pihaknya masih mendalami satu korban yakni yang melaporkan saja. “Jadi total kerugian mencapai Rp 1,7 miliar itu bersumber dari satu korban saja,” ungkapnya. Bayu menyebut telah melakukan pemanggilan sebanyak dua kali tetapi tidak pernah dipenuhi.

Untuk itu tersangka yang ditetapkan sejak awal Mei lalu itu saat ini masuk sebagai DPO. Sampai saat ini Bayu dan jajarannya tengah melakukan penyebarluasan informasi terkait pencarian tersangka tersebut melalui beragam media. Pihaknya juga menghimau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak berwajib jika mengetahui keberadaan tersangka saat ini. “Terakhir kami mendapat informasi bahwa tersangka memiliki rumah di daerah Villa Bukit Tidar. Saat ini masih kami selidiki,” terangnya.

Untuk sementara belum ada aset tersangka yang diamankan oleh pihak kepolisian. Sebab, saat ini petugas masih fokus dalam melakukan pencarian terhadap keberadaan tersangka. “Saat ini pencarian kami masih bersifat koordinasi,” imbuhnya. Namun, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak imigrasi terkait potensi pelarian diri ke luar negeri. (dre/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/