alexametrics
21.5 C
Malang
Sunday, 2 October 2022

Motor Matic Masih Primadona Curanmor

MALANG KOTA – Ini bisa menjadi peringatan bagi para pemilik motor matic. Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadikan kendaraan tipe itu sebagai incaran utama. Khususnya untuk beberapa model. Seperti Honda Beat dan Honda Vario. 

Kabar tersebut turut dibenarkan Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Bayu Febrianto Prayoga. Alasannya, kata dia, karena motor-motor model tersebut punya sisi strategis dalam penjualannya. 

Dari kasus-kasus yang sudah diungkap jajarannya, Bayu mengaku bila pihaknya selalu berhasil mengusut keberadaan barang bukti kasus curanmor. ”Sebab pelakunya kerap memasarkan kendaraan hasil curian melalui online,” kata dia. Dari situlah timnya kerap melakukan pelacakan. Bila ditotal, pada semester pertama tahun ini, total ada 104 laporan curanmor. Itu menjadi jumlah terbanyak dibandingkan dua daerah lainnya di Malang raya (selengkapnya baca grafis). 

Meski banyak, jumlah laporan curanmor di semester awal itu menurun dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Sebab saat itu Polresta Malang Kota mencatat ada 125 laporan kehilangan sepeda motor. 

Dari kasus curanmor yang tercatat pada semester pertama 2022 ini, Bayu menyebut sudah ada 10 tersangka yang tertangkap. Dia menyebut bila mayoritas pelakunya tidak tergabung dalam sebuah jaringan khusus. 

Umumnya mereka bergerak dalam kelompok kecil, dan mayoritas merupakan warga Malang raya sendiri. ”Pelaku kalau tidak domisili Malang ya warga asli Malang. Kemudian daerah operasinya pun juga sekitar Malang raya saja,” kata dia. Dari lima kecamatan di Kota Malang, dia menyebut bila Kecamatan Lowokwaru menjadi daerah paling rawan curanmor. Daerah sekitar kampus, kos-kosan, dan kafe menjadi lokasi yang kerap disasar pelaku curanmor. ”Pusat keramaian lainnya juga perlu diwaspadai,” tambah Bayu. 

Di tempat lain, Humas Dealer Honda Kartika Sari Dedy Kunsetyawan mengakui bila kabar maraknya pelaku curanmor yang mengincar Honda Beat sudah sampai di telinga produsen. Pria yang akrab disapa Dedy itu menduga bila alasan utamanya adalah harga. ”Di antara tipe matic yang ada, memang Beat yang paling murah. Ada di kisaran harga Rp 19 juta sampai Rp 20 juta,” kata dia. Lebih lanjut, dia mengatakan bila harga itulah yang menjadi pertimbangan pelaku curanmor. Sebab, jika dijual kembali, maka harga motor Honda Beat tidak akan terlalu tinggi. Itu memungkinkan untuk bisa dijual dengan cepat ke penadah. 

CCTV Sering Bantu Pengungkapan Kasus 

Maraknya pencurian terhadap motor matic juga dibenarkan Kasat Reskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Baralangi. ”Untuk data pasti kami tidak mencatatnya. Namun yang sering memang kendaraan matic,” kata dia. Sama seperti di Kota Malang, dia menyebut bila di tahun ini ada tren penurunan kasus curanmor di Kabupaten Malang. Sepanjang Januari hingga Juli 2022, Polres Malang telah menerima 16 laporan kasus curanmor. Dari total itu, ada 14 kasus yang berhasil diungkap. 

Sementara pada periode yang sama di tahun lalu, Polres Malang mencatat ada 108 laporan kasus curanmor. Dari total itu, Donny menyebut ada 96 kasus yang berhasil diungkap. ”(Ungkap kasus, red) salah satunya (disebabkan karena) banyaknya CCTV di berbagai tempat,” kata dia. Dari pengamatan pihaknya, lokasi yang cukup rawan kasus curanmor adalah tempat-tempat perbelanjaan. Seperti mini market. Lokasi di dekat masjid juga mulai sering diincar para pelakunya. 

Senada dengan Bayu, Donny juga menyebut bila kendaraan hasil curian kini sering dipasarkan lewat online, memanfaatkan sejumlah media sosial (medsos). ”Saat kami interogasi, jarang pencuri yang menggadaikan hasil curian. Semuanya dijual.” kata Donny. 

Berbeda dengan Kota Malang dan Kabupaten Malang, jumlah laporan curanmor di Kota Batu mengalami peningkatan. Sepanjang Januari sampai Juli 2022, Kasat Reskrim Polres Batu AKP Yussi Purwanto menyebut ada 11 laporan yang masuk. Dari total itu, ada 9 perkara yang telah berhasil diselesaikan. Sementara pada periode yang sama di tahun 2021 lalu, dia menyebut ada 8 laporan kasus curanmor. Dari total itu, ada 6 perkara yang berbuah penangkapan tersangka. ”Intinya, ada peningkatan laporan kasus curanmor. Namun juga ada peningkatan ungkap kasusnya,” kata dia. 

Serupa dengan jajaran Satreskrim di dua daerah tetangga, pihaknya turut terbantu dengan banyaknya CCTV yang dipasang warga. ”Dari petunjuk CCTV itu kami bisa menangkap plat nomor kendaraan dari pelaku,” tambah Yussi. Bantuan keterangan dari saksi tetap ikut andil terhadap pengungkapan kasus. Beranjak dari hal tersebut, pihaknya berharap di tempattempat umum bisa dilakukan pemasangan CCTV dengan resolusi tinggi. ”Selain membantu penungkapan, itu juga bisa menjadi langkah pencegahan,” tutupnya. (dre/nif/ifa/by)

MALANG KOTA – Ini bisa menjadi peringatan bagi para pemilik motor matic. Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadikan kendaraan tipe itu sebagai incaran utama. Khususnya untuk beberapa model. Seperti Honda Beat dan Honda Vario. 

Kabar tersebut turut dibenarkan Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Bayu Febrianto Prayoga. Alasannya, kata dia, karena motor-motor model tersebut punya sisi strategis dalam penjualannya. 

Dari kasus-kasus yang sudah diungkap jajarannya, Bayu mengaku bila pihaknya selalu berhasil mengusut keberadaan barang bukti kasus curanmor. ”Sebab pelakunya kerap memasarkan kendaraan hasil curian melalui online,” kata dia. Dari situlah timnya kerap melakukan pelacakan. Bila ditotal, pada semester pertama tahun ini, total ada 104 laporan curanmor. Itu menjadi jumlah terbanyak dibandingkan dua daerah lainnya di Malang raya (selengkapnya baca grafis). 

Meski banyak, jumlah laporan curanmor di semester awal itu menurun dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Sebab saat itu Polresta Malang Kota mencatat ada 125 laporan kehilangan sepeda motor. 

Dari kasus curanmor yang tercatat pada semester pertama 2022 ini, Bayu menyebut sudah ada 10 tersangka yang tertangkap. Dia menyebut bila mayoritas pelakunya tidak tergabung dalam sebuah jaringan khusus. 

Umumnya mereka bergerak dalam kelompok kecil, dan mayoritas merupakan warga Malang raya sendiri. ”Pelaku kalau tidak domisili Malang ya warga asli Malang. Kemudian daerah operasinya pun juga sekitar Malang raya saja,” kata dia. Dari lima kecamatan di Kota Malang, dia menyebut bila Kecamatan Lowokwaru menjadi daerah paling rawan curanmor. Daerah sekitar kampus, kos-kosan, dan kafe menjadi lokasi yang kerap disasar pelaku curanmor. ”Pusat keramaian lainnya juga perlu diwaspadai,” tambah Bayu. 

Di tempat lain, Humas Dealer Honda Kartika Sari Dedy Kunsetyawan mengakui bila kabar maraknya pelaku curanmor yang mengincar Honda Beat sudah sampai di telinga produsen. Pria yang akrab disapa Dedy itu menduga bila alasan utamanya adalah harga. ”Di antara tipe matic yang ada, memang Beat yang paling murah. Ada di kisaran harga Rp 19 juta sampai Rp 20 juta,” kata dia. Lebih lanjut, dia mengatakan bila harga itulah yang menjadi pertimbangan pelaku curanmor. Sebab, jika dijual kembali, maka harga motor Honda Beat tidak akan terlalu tinggi. Itu memungkinkan untuk bisa dijual dengan cepat ke penadah. 

CCTV Sering Bantu Pengungkapan Kasus 

Maraknya pencurian terhadap motor matic juga dibenarkan Kasat Reskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Baralangi. ”Untuk data pasti kami tidak mencatatnya. Namun yang sering memang kendaraan matic,” kata dia. Sama seperti di Kota Malang, dia menyebut bila di tahun ini ada tren penurunan kasus curanmor di Kabupaten Malang. Sepanjang Januari hingga Juli 2022, Polres Malang telah menerima 16 laporan kasus curanmor. Dari total itu, ada 14 kasus yang berhasil diungkap. 

Sementara pada periode yang sama di tahun lalu, Polres Malang mencatat ada 108 laporan kasus curanmor. Dari total itu, Donny menyebut ada 96 kasus yang berhasil diungkap. ”(Ungkap kasus, red) salah satunya (disebabkan karena) banyaknya CCTV di berbagai tempat,” kata dia. Dari pengamatan pihaknya, lokasi yang cukup rawan kasus curanmor adalah tempat-tempat perbelanjaan. Seperti mini market. Lokasi di dekat masjid juga mulai sering diincar para pelakunya. 

Senada dengan Bayu, Donny juga menyebut bila kendaraan hasil curian kini sering dipasarkan lewat online, memanfaatkan sejumlah media sosial (medsos). ”Saat kami interogasi, jarang pencuri yang menggadaikan hasil curian. Semuanya dijual.” kata Donny. 

Berbeda dengan Kota Malang dan Kabupaten Malang, jumlah laporan curanmor di Kota Batu mengalami peningkatan. Sepanjang Januari sampai Juli 2022, Kasat Reskrim Polres Batu AKP Yussi Purwanto menyebut ada 11 laporan yang masuk. Dari total itu, ada 9 perkara yang telah berhasil diselesaikan. Sementara pada periode yang sama di tahun 2021 lalu, dia menyebut ada 8 laporan kasus curanmor. Dari total itu, ada 6 perkara yang berbuah penangkapan tersangka. ”Intinya, ada peningkatan laporan kasus curanmor. Namun juga ada peningkatan ungkap kasusnya,” kata dia. 

Serupa dengan jajaran Satreskrim di dua daerah tetangga, pihaknya turut terbantu dengan banyaknya CCTV yang dipasang warga. ”Dari petunjuk CCTV itu kami bisa menangkap plat nomor kendaraan dari pelaku,” tambah Yussi. Bantuan keterangan dari saksi tetap ikut andil terhadap pengungkapan kasus. Beranjak dari hal tersebut, pihaknya berharap di tempattempat umum bisa dilakukan pemasangan CCTV dengan resolusi tinggi. ”Selain membantu penungkapan, itu juga bisa menjadi langkah pencegahan,” tutupnya. (dre/nif/ifa/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/