alexametrics
23 C
Malang
Wednesday, 6 July 2022

Trio Perampok Taksi Online Divonis 4,5 Tahun

KEPANJEN –  Ibet Bulan Santoso, 33, Agung Prasetyo, 27, dan Mohammad Arif Hidayat, 28, harus mendekam lebih lama di penjara.  Kemarin (14/5) mereka diganjar vonis 4,5 tahun penjara oleh majelis Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen.  Trio pelaku perampokan mobil taksi online tersebut beraksi di Desa Petungsewu, Kecamatan Dau bulan Februari lalu.

Sidang ketiga pembacaan vonis tersebut dilaksanakan secara daring di ruang sidang Kartika PN Kepanjen pukul 11.11 WIB. Majelis hakim yang diketuai Amin Imanuel Bureni SH MH terhubung dengan para terdakwa yang berada di rumah tahanan (Rutan) Lapas Lowokwaru melalui telekonferensi Google Meet. ”Menjatuhkan pidana empat tahun dan enam bulan penjara dikurangi masa tahanan,” terang Amin. Durasi hukuman itu berlaku untuk ketiganya sekaligus.

Dalam putusannya, majelis hakim merujuk pasal 365 ayat 2 ke 2 KUHP yang menjadi dakwaan pertama dalam kasus tersebut. Hanya saja, vonis yang dijatuhkan lebih ringan dari tuntutan jaksa Ari Kuswadi SH pada 7 Juni 2022 lalu dengan lima tahun penjara.

Ibet Cs ditangkap 15 Februari lalu setelah melakukan aksi perampokan tiga hari sebelumnya dengan bersenjata celurit. Modusnya, Ibet awalnya memesan GoCar dengan pengemudi bernama Ahmad Riki Zainuri dengan tujuan pemesanan mereka ketika itu ialah Jalan Dewi Sartika, Kota Batu.

Saat itu Riki yang menjadi korban menggunakan Daihatsu Sigra warna hitam nopol L 1687 LQ. Singkat cerita, mereka tiba di tujuan, tapi mereka tidak turun. Mereka meminta Riki diantar ke Desa Selorejo, Kecamatan Dau namun tidak melalui aplikasi yang kemudian disetujui korban. Namun saat melintas di tempat sepi di wilayah Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, ketiganya langsung beraksi. Ibet langsung mengalungkan celurit ke arah Riki. Sementara Agung dan Arif yang duduk di kursi belakang berusaha melakban mulut korban. Saat ada kesempatan, Riki  berhasil keluar dari mobil sambil berteriak minta tolong warga. Sementara ketiga pelaku langsung kabur dengan membawa mobil Sigra hitam milik korban.

Mobil tersebut lantas dibawa ke daerah Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan yang sudah menunggu mereka. Mereka sepakat menjual kendaraan tersebut seharga Rp 10 juta, namun baru Rp 5 juta yang diterima trio perampok itu. (biy/nay)

KEPANJEN –  Ibet Bulan Santoso, 33, Agung Prasetyo, 27, dan Mohammad Arif Hidayat, 28, harus mendekam lebih lama di penjara.  Kemarin (14/5) mereka diganjar vonis 4,5 tahun penjara oleh majelis Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen.  Trio pelaku perampokan mobil taksi online tersebut beraksi di Desa Petungsewu, Kecamatan Dau bulan Februari lalu.

Sidang ketiga pembacaan vonis tersebut dilaksanakan secara daring di ruang sidang Kartika PN Kepanjen pukul 11.11 WIB. Majelis hakim yang diketuai Amin Imanuel Bureni SH MH terhubung dengan para terdakwa yang berada di rumah tahanan (Rutan) Lapas Lowokwaru melalui telekonferensi Google Meet. ”Menjatuhkan pidana empat tahun dan enam bulan penjara dikurangi masa tahanan,” terang Amin. Durasi hukuman itu berlaku untuk ketiganya sekaligus.

Dalam putusannya, majelis hakim merujuk pasal 365 ayat 2 ke 2 KUHP yang menjadi dakwaan pertama dalam kasus tersebut. Hanya saja, vonis yang dijatuhkan lebih ringan dari tuntutan jaksa Ari Kuswadi SH pada 7 Juni 2022 lalu dengan lima tahun penjara.

Ibet Cs ditangkap 15 Februari lalu setelah melakukan aksi perampokan tiga hari sebelumnya dengan bersenjata celurit. Modusnya, Ibet awalnya memesan GoCar dengan pengemudi bernama Ahmad Riki Zainuri dengan tujuan pemesanan mereka ketika itu ialah Jalan Dewi Sartika, Kota Batu.

Saat itu Riki yang menjadi korban menggunakan Daihatsu Sigra warna hitam nopol L 1687 LQ. Singkat cerita, mereka tiba di tujuan, tapi mereka tidak turun. Mereka meminta Riki diantar ke Desa Selorejo, Kecamatan Dau namun tidak melalui aplikasi yang kemudian disetujui korban. Namun saat melintas di tempat sepi di wilayah Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, ketiganya langsung beraksi. Ibet langsung mengalungkan celurit ke arah Riki. Sementara Agung dan Arif yang duduk di kursi belakang berusaha melakban mulut korban. Saat ada kesempatan, Riki  berhasil keluar dari mobil sambil berteriak minta tolong warga. Sementara ketiga pelaku langsung kabur dengan membawa mobil Sigra hitam milik korban.

Mobil tersebut lantas dibawa ke daerah Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan yang sudah menunggu mereka. Mereka sepakat menjual kendaraan tersebut seharga Rp 10 juta, namun baru Rp 5 juta yang diterima trio perampok itu. (biy/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/