alexametrics
25.6 C
Malang
Wednesday, 6 July 2022

Tujuh Tahun Penjara untuk Predator Anak

MALANG KOTA – Kejahatan yang dilakukan Ferry Setiawan pada November 2021 lalu benar-benar tidak mencerminkan perilaku manusia. Dia nekat melakukan kekerasan seksual terhadap remaja 17 tahun berinisial MS disertai ancaman pembunuhan.Kemarin, pemuda 19 tahun itu dihukum tujuh tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Malang.

Sidang pemuda asal Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu dilakukan mulai pukul 14.45 di ruang sidang Kartika dan berlangsung secara daring. Pembacaan putusan oleh ketua majelis hakim Mohammad Indarto SH Mhum berlangsung singkat. Hanya empat menit saja.

”Menjatuhkan pidana penjara selama tujuh tahun dan denda sebanyak Rp 1 Miliar subsider tiga bulan kurungan,” ucap Indartodalam pembacaan amar putusan. Hukuman itu didasarkan pada dakwaan pertama pasal 81 Ayat 1 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Mungkin terdakwa menganggap hukuman itu sangat ringan untuk ukuran tindak kejahatan yang bisa merenggut masa depan remaja perempuan. Karena itulah, dengan lantang Ferry menyatakan menerima hukuman tersebut.

Perilaku bejat Ferry itu berawal dari kisah asmara yang bertepuk sebelah tangan dengan MS, gadis yang dia kenal dari aplikasi MiChat. Pada 17 November 2021, keduanya berkenalan lewat aplikasi berwarna hijau tersebut dan berlanjut dengan bertukar nomor WhatsApp. Ferry

kemudian mengajak MS ngopi di Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Setelah itu keduanya berkeliling kota menggunakan motor. Di tengah perjalanan, Ferry menyatakan rasa sukanya kepada MS, namun ditolak dengan alasan MS masih ingin membahagiakan orang tuanya. Ferry pun patah hati.

Namun perjalanan di atas sepeda motor Honda Scoopy N 3991 KK itu masih berlanjut. Saat tiba di belakang Jatim Park I, niat jahat untuk memerkosa MS pun muncul. Korban lantas menanyakan arah perjalanan mereka, namun Ferry menjawab, ”Menengo, sing manut, timbang tak patenisaiki (Diam, yang nurut, ketimbang ku bunuh sekarang)”.

MS terdiam seketika itu juga. Namun dia masih sempat membagikan live location ke temannya dan mengatakan sedang terancam. Ketika tiba di Jalan Lintas Barat (Jalibar), Desa Oro-oroOmbo, Kecamatan Batu, Ferry menghentikan motor, menarik paksa MS ke semak belukar, dan kemudian memerkosanya.

Setelah perbuatan bejat itu selesai, terdakwa pergi sambil membawa kabur ponsel iPhone milik MS. Korban lantas mencari pertolongan ke sebuah villa yang ramai orang.Dia meminta untuk diantar ke Polres Batu. Ferry akhirnya ditangkap polisi di Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, pada 23 Desember 2021. (biy/fat)

MALANG KOTA – Kejahatan yang dilakukan Ferry Setiawan pada November 2021 lalu benar-benar tidak mencerminkan perilaku manusia. Dia nekat melakukan kekerasan seksual terhadap remaja 17 tahun berinisial MS disertai ancaman pembunuhan.Kemarin, pemuda 19 tahun itu dihukum tujuh tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Malang.

Sidang pemuda asal Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu dilakukan mulai pukul 14.45 di ruang sidang Kartika dan berlangsung secara daring. Pembacaan putusan oleh ketua majelis hakim Mohammad Indarto SH Mhum berlangsung singkat. Hanya empat menit saja.

”Menjatuhkan pidana penjara selama tujuh tahun dan denda sebanyak Rp 1 Miliar subsider tiga bulan kurungan,” ucap Indartodalam pembacaan amar putusan. Hukuman itu didasarkan pada dakwaan pertama pasal 81 Ayat 1 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Mungkin terdakwa menganggap hukuman itu sangat ringan untuk ukuran tindak kejahatan yang bisa merenggut masa depan remaja perempuan. Karena itulah, dengan lantang Ferry menyatakan menerima hukuman tersebut.

Perilaku bejat Ferry itu berawal dari kisah asmara yang bertepuk sebelah tangan dengan MS, gadis yang dia kenal dari aplikasi MiChat. Pada 17 November 2021, keduanya berkenalan lewat aplikasi berwarna hijau tersebut dan berlanjut dengan bertukar nomor WhatsApp. Ferry

kemudian mengajak MS ngopi di Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Setelah itu keduanya berkeliling kota menggunakan motor. Di tengah perjalanan, Ferry menyatakan rasa sukanya kepada MS, namun ditolak dengan alasan MS masih ingin membahagiakan orang tuanya. Ferry pun patah hati.

Namun perjalanan di atas sepeda motor Honda Scoopy N 3991 KK itu masih berlanjut. Saat tiba di belakang Jatim Park I, niat jahat untuk memerkosa MS pun muncul. Korban lantas menanyakan arah perjalanan mereka, namun Ferry menjawab, ”Menengo, sing manut, timbang tak patenisaiki (Diam, yang nurut, ketimbang ku bunuh sekarang)”.

MS terdiam seketika itu juga. Namun dia masih sempat membagikan live location ke temannya dan mengatakan sedang terancam. Ketika tiba di Jalan Lintas Barat (Jalibar), Desa Oro-oroOmbo, Kecamatan Batu, Ferry menghentikan motor, menarik paksa MS ke semak belukar, dan kemudian memerkosanya.

Setelah perbuatan bejat itu selesai, terdakwa pergi sambil membawa kabur ponsel iPhone milik MS. Korban lantas mencari pertolongan ke sebuah villa yang ramai orang.Dia meminta untuk diantar ke Polres Batu. Ferry akhirnya ditangkap polisi di Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, pada 23 Desember 2021. (biy/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/