alexametrics
22.6 C
Malang
Saturday, 2 July 2022

Tok! Ini Vonis untuk Duo Pembunuh Bos Rental Mobil Asal Blimbing

KEPANJEN –Rangkaian sidang kasus pembunuhan Happy Teguh Santoso (bos rental mobil asal Kecamatan Blimbing) di Jalan Raya Balekambang, Kecamatan Bantur, pada Desember 2021 lalu, telah selesai. Dua terdakwa, yakni PrayogaAdimantara dan ArisKrisbiantoro telah mendapatkan hukuman masing-masing. Aris diganjar hukuman penjara seumur hidup, sementara Prayoga 15 tahun penjara.

Dua terdakwa itu menjalani sidang di tempat berbeda.Aris yang merupakan warga Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, disidang di Pengadilan Negeri Kepanjen. Sedangkan Prayoga yang merupakan anggota TNI-AD disidang di Pengadilan Militer III-12 Surabaya.

Kasubsi Penuntutan Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang RendyAditya Putra SH menjelaskan, hukuman untuk Aris sudah dibacakan hakim Anton Budi Santoso SH MH pada Rabu (15/6). ”Jadi, setelah pembelaan dilanjutkan dengan pembacaan vonis oleh hakim. Penjara seumur hidup untuk Aris,” kata Rendy.

Dalam amar putusan hakim sama sekali tidak ada pertimbangan yang bisa meringankan hukuman bagi Aris.  Selain menjadi otak dalam pembunuhan warga Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang itu, semua aksi dilakukan secara keji dan terencana.

Terkait dengan hukuman Prayoga, Rendy mengaku sudah mendapat laporan dari Pengadilan Militer III-12 Surabaya.Terdakwa yang berpangkat terakhir Pratu itu mendapat hukuman pidana lebih ringan, yakni 15 tahun penjara.”Untuk hal yang memberatkan dan meringankan bukan kapasitas kami untuk menjawab,” kata dia.

Mengutip data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Militer III-12 Surabaya, majelis hakim yang diketuai oleh Letkol ChkRonySuryandokojuga menjatuhkan hukuman pemecatan dari TNI-AD.Vonis itu dibacakan pada Selasa lalu (14/6).

Dalam berkas dakwaan, Aris memang disebut sebagai pihak yang merancang pembunuhan itu.Sementara Prayoga lebih banyak menjadi eksekutor pembunuhan.Itu terbukti dari luka lebam di jenazah Happy akibat pukulan tangan Prayoga.Sementara Aris hanya sekali menusuk perut Happy dengan pisau cutter.

Perkara pembunuhan itu bermula dari keluhan Prayoga yang terlilit utang.Dia lantas meminta bantuan Aris untuk mendapatkan uang.  Pada 3 Desember 2021, Aris memiliki ide untuk merampok mobil rental. Dia pun mencari sasaran melalui Facebook dan menemukan nama Happy beserta nomor ponselnya.

Aris lantas menghubungi nomor tersebut dan menyatakan ingin menyewa mobil.Tak hanya itu, Aris juga mengajak Happy minum-minuman keras bersama Prayoga. Ketiganya lantas bertemu pada pukul 20.00 di Kecamatan Lawang, kemudian berangkat menuju Pantai Nganteb, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan.

Happy dihabisi dalam keadaan mabuk.Setelah itu, Aris dan Prayoga membawa kabur mobil Toyota Vios DK 1643 AAU milik Happy.Mobil warna hitam itu langsung dijual ke daerah Tuban.Kedua sahabat itu akhirnya tertangkap di Kecamatan Soko, Kabupaten Bojonegoro.(biy/fat)

KEPANJEN –Rangkaian sidang kasus pembunuhan Happy Teguh Santoso (bos rental mobil asal Kecamatan Blimbing) di Jalan Raya Balekambang, Kecamatan Bantur, pada Desember 2021 lalu, telah selesai. Dua terdakwa, yakni PrayogaAdimantara dan ArisKrisbiantoro telah mendapatkan hukuman masing-masing. Aris diganjar hukuman penjara seumur hidup, sementara Prayoga 15 tahun penjara.

Dua terdakwa itu menjalani sidang di tempat berbeda.Aris yang merupakan warga Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, disidang di Pengadilan Negeri Kepanjen. Sedangkan Prayoga yang merupakan anggota TNI-AD disidang di Pengadilan Militer III-12 Surabaya.

Kasubsi Penuntutan Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang RendyAditya Putra SH menjelaskan, hukuman untuk Aris sudah dibacakan hakim Anton Budi Santoso SH MH pada Rabu (15/6). ”Jadi, setelah pembelaan dilanjutkan dengan pembacaan vonis oleh hakim. Penjara seumur hidup untuk Aris,” kata Rendy.

Dalam amar putusan hakim sama sekali tidak ada pertimbangan yang bisa meringankan hukuman bagi Aris.  Selain menjadi otak dalam pembunuhan warga Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang itu, semua aksi dilakukan secara keji dan terencana.

Terkait dengan hukuman Prayoga, Rendy mengaku sudah mendapat laporan dari Pengadilan Militer III-12 Surabaya.Terdakwa yang berpangkat terakhir Pratu itu mendapat hukuman pidana lebih ringan, yakni 15 tahun penjara.”Untuk hal yang memberatkan dan meringankan bukan kapasitas kami untuk menjawab,” kata dia.

Mengutip data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Militer III-12 Surabaya, majelis hakim yang diketuai oleh Letkol ChkRonySuryandokojuga menjatuhkan hukuman pemecatan dari TNI-AD.Vonis itu dibacakan pada Selasa lalu (14/6).

Dalam berkas dakwaan, Aris memang disebut sebagai pihak yang merancang pembunuhan itu.Sementara Prayoga lebih banyak menjadi eksekutor pembunuhan.Itu terbukti dari luka lebam di jenazah Happy akibat pukulan tangan Prayoga.Sementara Aris hanya sekali menusuk perut Happy dengan pisau cutter.

Perkara pembunuhan itu bermula dari keluhan Prayoga yang terlilit utang.Dia lantas meminta bantuan Aris untuk mendapatkan uang.  Pada 3 Desember 2021, Aris memiliki ide untuk merampok mobil rental. Dia pun mencari sasaran melalui Facebook dan menemukan nama Happy beserta nomor ponselnya.

Aris lantas menghubungi nomor tersebut dan menyatakan ingin menyewa mobil.Tak hanya itu, Aris juga mengajak Happy minum-minuman keras bersama Prayoga. Ketiganya lantas bertemu pada pukul 20.00 di Kecamatan Lawang, kemudian berangkat menuju Pantai Nganteb, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan.

Happy dihabisi dalam keadaan mabuk.Setelah itu, Aris dan Prayoga membawa kabur mobil Toyota Vios DK 1643 AAU milik Happy.Mobil warna hitam itu langsung dijual ke daerah Tuban.Kedua sahabat itu akhirnya tertangkap di Kecamatan Soko, Kabupaten Bojonegoro.(biy/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/