alexametrics
23 C
Malang
Wednesday, 6 July 2022

Pengeroyok Calo Tiket Dalam Buruan Polisi

MALANG KOTA- Para pelaku pengeroyokan terhadap DU, warga Parangargo, Wagir, Rabu malam (15/6) di Sukun, bakal tidak bisa tidur nyenyak. Sebab aparat kepolisian mulai melakukan pengejaran. Sampai kemarin, proses masih penyelidikan. Namun ada kendala dialami polisi karena DU, korban, masih belum bisa dimintai keterangan karena mabuk.

Aksi pengeroyokan ini mencuat setelah viral di media sosial. Kejadiannya di tengah Jalan Sudanco Supriadi, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun. Kasus itu terekam dalam video berdurasi satu menit dan 30 detik yang diunggah di akun Instagram @info_malang. Diketahui bila kejadian itu terjadi di sebuah warung kopi modern di area dekat SPBU Sukun tersebut. Dalam video yang direkam dari balkon warung kopi itu diawali dengan adegan pemukulan dua orang berbaju hitam terhadap korban berambut pirang di tengah jalan.

Ketika terkapar di tengah jalan, dua orang itu mencoba melerai tetapi tetap mencoba memukul dan membawa korban ke pinggir jalan. Adegan kemudian berubah ke pinggir jalan dekat warung kopi itu. Terlihat beberapa orang yang mengelilingi korban dan satu tukang parkir yang menginterogasi korban pun ikut melakukan pemukulan.

Kejadian itu diketahui oleh Rusdianto, 44, pedagang bakpao di dekat lokasi kejadian. Meski tidak mengetahui pasti duduk perkara pengeroyokan yang terjadi hari Rabu (15/6) sekitar pukul 18.00 tersebut, dia menyaksikan bagaimana pemukulan itu berlangsung. “Yang mengeroyok sekitar lima orang. Korban saat itu dalam keadaan setengah mabuk,” kata dia.

Kejadian itu sebetulnya diawali di warung makan sebelah kanan warung kopi itu, kemudian korban berlari ke arah utara dan sempat ke tengah jalan sambil terus dipukul. Korban pun terkapar di jalan setelah ditabrak oleh sepeda motor yang lewat. Akhirnya, kemacetan pun terjadi dan tubuh korban dipinggirkan oleh teman-teman pelaku.

Pria yang berdomisili di daerah Sukun Gempol, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun itu memperkirakan antara para pelaku pengeroyokan dan korban saling mengenal serta berusia sebaya antara satu sama lain. Dia pun menjelaskan bila korban merupakan calo tiket pertandingan Arema FC yang sudah berada di lokasi tersebut sejak pukul 15.00. Kebetulan hari itu ada pertandingan Piala Presiden antara Arema FC vs Persik Kediri.

Meski terjadi Rabu malam, polisi baru melakukan penyelidikan keesokan harinya. “Korban sudah kami visum pagi ini (kemarin) dan mintai keterangan,” kata Kapolsek Sukun Kompol Nyoto Gelar. Tetapi, pihaknya kemarin siang masih kesulitan mengorek informasi dari korban, karena masih dalam keadaan mabuk. (biy/abm)

MALANG KOTA- Para pelaku pengeroyokan terhadap DU, warga Parangargo, Wagir, Rabu malam (15/6) di Sukun, bakal tidak bisa tidur nyenyak. Sebab aparat kepolisian mulai melakukan pengejaran. Sampai kemarin, proses masih penyelidikan. Namun ada kendala dialami polisi karena DU, korban, masih belum bisa dimintai keterangan karena mabuk.

Aksi pengeroyokan ini mencuat setelah viral di media sosial. Kejadiannya di tengah Jalan Sudanco Supriadi, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun. Kasus itu terekam dalam video berdurasi satu menit dan 30 detik yang diunggah di akun Instagram @info_malang. Diketahui bila kejadian itu terjadi di sebuah warung kopi modern di area dekat SPBU Sukun tersebut. Dalam video yang direkam dari balkon warung kopi itu diawali dengan adegan pemukulan dua orang berbaju hitam terhadap korban berambut pirang di tengah jalan.

Ketika terkapar di tengah jalan, dua orang itu mencoba melerai tetapi tetap mencoba memukul dan membawa korban ke pinggir jalan. Adegan kemudian berubah ke pinggir jalan dekat warung kopi itu. Terlihat beberapa orang yang mengelilingi korban dan satu tukang parkir yang menginterogasi korban pun ikut melakukan pemukulan.

Kejadian itu diketahui oleh Rusdianto, 44, pedagang bakpao di dekat lokasi kejadian. Meski tidak mengetahui pasti duduk perkara pengeroyokan yang terjadi hari Rabu (15/6) sekitar pukul 18.00 tersebut, dia menyaksikan bagaimana pemukulan itu berlangsung. “Yang mengeroyok sekitar lima orang. Korban saat itu dalam keadaan setengah mabuk,” kata dia.

Kejadian itu sebetulnya diawali di warung makan sebelah kanan warung kopi itu, kemudian korban berlari ke arah utara dan sempat ke tengah jalan sambil terus dipukul. Korban pun terkapar di jalan setelah ditabrak oleh sepeda motor yang lewat. Akhirnya, kemacetan pun terjadi dan tubuh korban dipinggirkan oleh teman-teman pelaku.

Pria yang berdomisili di daerah Sukun Gempol, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun itu memperkirakan antara para pelaku pengeroyokan dan korban saling mengenal serta berusia sebaya antara satu sama lain. Dia pun menjelaskan bila korban merupakan calo tiket pertandingan Arema FC yang sudah berada di lokasi tersebut sejak pukul 15.00. Kebetulan hari itu ada pertandingan Piala Presiden antara Arema FC vs Persik Kediri.

Meski terjadi Rabu malam, polisi baru melakukan penyelidikan keesokan harinya. “Korban sudah kami visum pagi ini (kemarin) dan mintai keterangan,” kata Kapolsek Sukun Kompol Nyoto Gelar. Tetapi, pihaknya kemarin siang masih kesulitan mengorek informasi dari korban, karena masih dalam keadaan mabuk. (biy/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/