alexametrics
28.8 C
Malang
Saturday, 13 August 2022

Baby Sitter dan Pacarnya Bawa Pergi Anak Politisi

KABUPATEN – Apa yang dilakukan Putri Agustin pada Sabtu lalu (16/7) benar-benar konyol dan nekat. Bersama pasangannya, perempuan 18 tahun itu nekat membawa pergi anak politikus Partai Gerindra Kota Malang Danny Agung Prasetyo. Kemarin (17/7),  perempuan asal Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, itu pun ditangkap polisi.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Malang, Putri adalah baby sitter (pengasuh anak) yang bekerja di kediaman Danny di Perumahan Pandanwangi Green Sulfat Residence. Tugasnya adalah mengasuh dua anak Danny, yakni SJ yang berusia 9 tahun dan M yang masih berumur 4 tahun.

Sabtu pagi (16/7), sekitar pukul 08.00, Putri pamit pulang dengan alasan menghadiri sebuah undangan. Dia juga minta izin membawa SJ dan M. Keluarga Danny mengizinkan dengan syarat Putri kembali sebelum pukul 16.00. Namun hingga malam, Putri dan dua anak Danny tak kunjung kembali

Danny menjelaskan, keluarganya sempat menghubungi ponsel Putri pada pukul 16.00. Saat itu Putri mengaku belum bisa pulang dengan alasan membetulkan behel gigi. ”Pukul 19.00 kami hubungi lagi, namun ponselnya tidak aktif.  Begitu juga saat kami hubungi pada pukul 21.00, tetap tidak aktif,” kata dia.

Malam itu juga, Danny langsung melapor ke polisi. Dia juga berupaya melakukan pencarian sendiri. Beberapa teman Danny yang mendatangi rumah Putri di Kecamatan Tumpang tidak menemukan keberadaan pengasuh anak tersebut.

Baru pada keesokan paginya (17/7), sekitar pukul 08.00, Danny mendapat kabar dari Polsek Tumpang bahwa putra dan putrinya diduga berada di kawasan Tumpang. Danny dan timnya langsung menuju lokasi yang disebutkan polisi. Sekitar pukul 09.00, Putri dicegat di Jalan Raya Tumpang yang tidak jauh dari Kantor Polsek Tumpang. ”Setelah dilakukan penangkapan oleh jajaran Polsek tumpang, kasus itu diserahkan ke PPA Polres Malang,” kata dia.

Pada saat dilakukan penangkapan, Putri sedang bersama seorang lelaki di dalam mobil. Menurut Putri, laki-laki tersebut adalah kekasihnya. Keduanya baru kenal melalui akun media sosial FB beberapa hari lalu.

Pasangan itu mengaku sempat membawa SJ dan M ke sebuah villa di Songgoriti pada Sabtu malam. Mereka lantas minum alkohol pada saat SJ dan M sedang dalam keadaan tertidur.  Danny pun kaget mendengar pengakuan semacam itu. Namun dia menyerahkan penanganan selanjutnya ke pihak kepolisian. ”Berbuat tidak wajar di depan anak-anak itu sangat berbahaya. Kita berharap mereka diproses secara hukum,” kata dia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Bara’langi membenarkan bahwa pihaknya sedang menangani kasus yang dilaporkan Danny. Namun polisi tidak bisa langsung menyatakan bahwa kasus itu adalah penculikan. Sebab, antara pelapor dan terlapor sudah berkomunikasi sebelumnya. ”Masih kami lakukan pendalaman. Tunggu hasilnya,” ujarnya. (nif/fat)

KABUPATEN – Apa yang dilakukan Putri Agustin pada Sabtu lalu (16/7) benar-benar konyol dan nekat. Bersama pasangannya, perempuan 18 tahun itu nekat membawa pergi anak politikus Partai Gerindra Kota Malang Danny Agung Prasetyo. Kemarin (17/7),  perempuan asal Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, itu pun ditangkap polisi.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Malang, Putri adalah baby sitter (pengasuh anak) yang bekerja di kediaman Danny di Perumahan Pandanwangi Green Sulfat Residence. Tugasnya adalah mengasuh dua anak Danny, yakni SJ yang berusia 9 tahun dan M yang masih berumur 4 tahun.

Sabtu pagi (16/7), sekitar pukul 08.00, Putri pamit pulang dengan alasan menghadiri sebuah undangan. Dia juga minta izin membawa SJ dan M. Keluarga Danny mengizinkan dengan syarat Putri kembali sebelum pukul 16.00. Namun hingga malam, Putri dan dua anak Danny tak kunjung kembali

Danny menjelaskan, keluarganya sempat menghubungi ponsel Putri pada pukul 16.00. Saat itu Putri mengaku belum bisa pulang dengan alasan membetulkan behel gigi. ”Pukul 19.00 kami hubungi lagi, namun ponselnya tidak aktif.  Begitu juga saat kami hubungi pada pukul 21.00, tetap tidak aktif,” kata dia.

Malam itu juga, Danny langsung melapor ke polisi. Dia juga berupaya melakukan pencarian sendiri. Beberapa teman Danny yang mendatangi rumah Putri di Kecamatan Tumpang tidak menemukan keberadaan pengasuh anak tersebut.

Baru pada keesokan paginya (17/7), sekitar pukul 08.00, Danny mendapat kabar dari Polsek Tumpang bahwa putra dan putrinya diduga berada di kawasan Tumpang. Danny dan timnya langsung menuju lokasi yang disebutkan polisi. Sekitar pukul 09.00, Putri dicegat di Jalan Raya Tumpang yang tidak jauh dari Kantor Polsek Tumpang. ”Setelah dilakukan penangkapan oleh jajaran Polsek tumpang, kasus itu diserahkan ke PPA Polres Malang,” kata dia.

Pada saat dilakukan penangkapan, Putri sedang bersama seorang lelaki di dalam mobil. Menurut Putri, laki-laki tersebut adalah kekasihnya. Keduanya baru kenal melalui akun media sosial FB beberapa hari lalu.

Pasangan itu mengaku sempat membawa SJ dan M ke sebuah villa di Songgoriti pada Sabtu malam. Mereka lantas minum alkohol pada saat SJ dan M sedang dalam keadaan tertidur.  Danny pun kaget mendengar pengakuan semacam itu. Namun dia menyerahkan penanganan selanjutnya ke pihak kepolisian. ”Berbuat tidak wajar di depan anak-anak itu sangat berbahaya. Kita berharap mereka diproses secara hukum,” kata dia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Bara’langi membenarkan bahwa pihaknya sedang menangani kasus yang dilaporkan Danny. Namun polisi tidak bisa langsung menyatakan bahwa kasus itu adalah penculikan. Sebab, antara pelapor dan terlapor sudah berkomunikasi sebelumnya. ”Masih kami lakukan pendalaman. Tunggu hasilnya,” ujarnya. (nif/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/