21.8 C
Malang
Tuesday, 6 December 2022

Pertama Pakai Kunci T, Langsung Dihakimi Massa

KEPANJEN – Sidang pemeriksaan saksi dan terdakwa kasus pencurian motor di Kecamatan Jabung pada 21 Juli 2022 lalu mengungkap beberapa fakta baru. Saihul selaku terdakwa mengaku baru pertama kali melakukan pencurian dengan ”kunci T”, namun langsung tertangkap massa. Maling apes itu juga sempat tak sadarkan diri beberapa hari saat dirawat di Puskesmas Jabung.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Kepanjen kemarin siang (20/10), jaksa penuntut umum menghadirkan dua saksi. Mereka adalah Fifin Widiyanto, 43, pemilik motor Honda Beat bernomor polisi N 3001 EED yang dicuri terdakwa dan Muhammad Efendi, 41, yang melihat kejadian tersebut.

Dalam kesaksiannya, Fifin mengungkapkan pencurian itu terjadi sekitar pukul 10.00. Lokasinya di Jalan Raya Desa Kenongo. Saat itu dia dan Effendi serta beberapa rekannya di dalam sebuah gudang. ”Gudang itu milik istri saya. Saat itu kami sedang memasang jaringan wi-fi bersama,” kata Fifin menjawab pertanyaan jaksa.

Di luar gudang itu terparkir dua sepeda motor. Yakni Honda Beat milik Fifin dan Yamaha Vega R milik Effendi. Semua orang sedang berada di dalam gudang, sehingga kondisi di luar gudang sangat sepi. Kondisi itu dimanfaatkan Saihul untuk mencuri motor Honda Beat milik Fifin menggunakan kunci T.

Setelah rumah kunci berhasil dibobol, Saihul menuntun motor tersebut menjauh dari depan gudang. Namun baru 10 meter berjalan, Fifin keluar dari gudang dan memergoki aksi pencurian itu. ”Saya masih ingat, motor itu dituntun dalam kondisi lampu yang menyala,” terang Fifin.

Saihul sangat terkejut saat ditegur oleh Fifin. Motor langsung ditinggalkan dan dibawa kabur menuju arah kebun tebu. Fifin pun berteriak, memberi tahu warga bahwa ada maling motor kabur ke arah kebun tebu. Sekitar pukul 11.30, Saihul ditangkap warga dan dihajar habis-habisan.

”Sama warga dipukuli. Waktu itu saya hanya memegangi,” kata Efendi, saksi lain yang dihadirkan ke persidangan kemarin. Karena banyaknya pukulan yang mendarat ke tubuh Saihul, maling motor itu pun mengalami luka yang cukup parah. Dalam persidangan kemarin disebutkan bahwa Saihul sempat tidak sadarkan diri beberapa hari saat dirawat di Puskemas Jabung.

Sementara itu, Saihul yang merupakan warga Dusun Blandit Barat, Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari mengaku tergiur saat melihat dua motor terparkir di depan gudang. Apalagi kondisi saat itu sangat sepi.

“Tapi tidak bisa saya ambil dua-duanya karena saya sendirian dan hanya jalan kaki,” ucap dia. Saihul juga mengaku baru pertama kali melakukan pencurian menggunakan kunci T. ”Kalau sebelumnya saya mengambil sepeda motor yang kuncinya tertinggal. Pakai kunci T itu baru sekali dan tertangkap,” kata maling yang mengaku belum pernah dihukum itu. (biy/fat)

KEPANJEN – Sidang pemeriksaan saksi dan terdakwa kasus pencurian motor di Kecamatan Jabung pada 21 Juli 2022 lalu mengungkap beberapa fakta baru. Saihul selaku terdakwa mengaku baru pertama kali melakukan pencurian dengan ”kunci T”, namun langsung tertangkap massa. Maling apes itu juga sempat tak sadarkan diri beberapa hari saat dirawat di Puskesmas Jabung.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Kepanjen kemarin siang (20/10), jaksa penuntut umum menghadirkan dua saksi. Mereka adalah Fifin Widiyanto, 43, pemilik motor Honda Beat bernomor polisi N 3001 EED yang dicuri terdakwa dan Muhammad Efendi, 41, yang melihat kejadian tersebut.

Dalam kesaksiannya, Fifin mengungkapkan pencurian itu terjadi sekitar pukul 10.00. Lokasinya di Jalan Raya Desa Kenongo. Saat itu dia dan Effendi serta beberapa rekannya di dalam sebuah gudang. ”Gudang itu milik istri saya. Saat itu kami sedang memasang jaringan wi-fi bersama,” kata Fifin menjawab pertanyaan jaksa.

Di luar gudang itu terparkir dua sepeda motor. Yakni Honda Beat milik Fifin dan Yamaha Vega R milik Effendi. Semua orang sedang berada di dalam gudang, sehingga kondisi di luar gudang sangat sepi. Kondisi itu dimanfaatkan Saihul untuk mencuri motor Honda Beat milik Fifin menggunakan kunci T.

Setelah rumah kunci berhasil dibobol, Saihul menuntun motor tersebut menjauh dari depan gudang. Namun baru 10 meter berjalan, Fifin keluar dari gudang dan memergoki aksi pencurian itu. ”Saya masih ingat, motor itu dituntun dalam kondisi lampu yang menyala,” terang Fifin.

Saihul sangat terkejut saat ditegur oleh Fifin. Motor langsung ditinggalkan dan dibawa kabur menuju arah kebun tebu. Fifin pun berteriak, memberi tahu warga bahwa ada maling motor kabur ke arah kebun tebu. Sekitar pukul 11.30, Saihul ditangkap warga dan dihajar habis-habisan.

”Sama warga dipukuli. Waktu itu saya hanya memegangi,” kata Efendi, saksi lain yang dihadirkan ke persidangan kemarin. Karena banyaknya pukulan yang mendarat ke tubuh Saihul, maling motor itu pun mengalami luka yang cukup parah. Dalam persidangan kemarin disebutkan bahwa Saihul sempat tidak sadarkan diri beberapa hari saat dirawat di Puskemas Jabung.

Sementara itu, Saihul yang merupakan warga Dusun Blandit Barat, Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari mengaku tergiur saat melihat dua motor terparkir di depan gudang. Apalagi kondisi saat itu sangat sepi.

“Tapi tidak bisa saya ambil dua-duanya karena saya sendirian dan hanya jalan kaki,” ucap dia. Saihul juga mengaku baru pertama kali melakukan pencurian menggunakan kunci T. ”Kalau sebelumnya saya mengambil sepeda motor yang kuncinya tertinggal. Pakai kunci T itu baru sekali dan tertangkap,” kata maling yang mengaku belum pernah dihukum itu. (biy/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/